Reses di Dulohupa, Fadli Hasan Serap Aspirasi Warga: Peternakan, UMKM hingga Pemberdayaan Disabilitas Jadi Perhatian

Table of Contents

TELAGA – Anggota DPRD Provinsi Gorontalo, H. Fadli Hasan, melaksanakan kegiatan reses Masa Persidangan Pertama Tahun 2026–2027 Daerah Pemilihan (Dapil) III Kabupaten Gorontalo, di Dusun II, Desa Dulohupa, Kecamatan Telaga, Kabupaten Gorontalo, Kamis (5/11/2026).

Kegiatan reses yang berlangsung di kediaman Zulkifli Mootalu tersebut merupakan titik keempat dari agenda reses H. Fadli Hasan. Kegiatan ini dihadiri sekitar 100 orang yang terdiri dari masyarakat dan sejumlah undangan.

Dalam kesempatan itu, legislator dari Partai Amanat Nasional (PAN) yang bertugas di Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo tersebut mendengarkan langsung berbagai aspirasi masyarakat, mulai dari persoalan harga kebutuhan pangan, kemudahan memperoleh pekerjaan, peluang usaha, hingga pengembangan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Usai kegiatan, H. Fadli Hasan kepada awak media menyampaikan bahwa antusiasme masyarakat dalam menyampaikan persoalan yang dihadapi sehari-hari menjadi salah satu hal penting dalam pelaksanaan reses.

Menurutnya, selain penguatan UMKM, sektor peternakan juga menjadi perhatian yang perlu didorong pengembangannya. Hal tersebut seiring dengan meningkatnya minat masyarakat untuk mengembangkan usaha peternakan sebagai salah satu sumber penghasilan.

"Animo masyarakat untuk beternak dari hari ke hari semakin bagus. Ini menjadi salah satu konsen kami untuk lebih mendorong penguatan sektor peternakan," ungkap Fadli Hasan.

Ia menjelaskan, berbagai masukan yang disampaikan masyarakat akan menjadi bahan pertimbangan dalam merumuskan program dan kebijakan yang lebih tepat sasaran.

Tidak hanya persoalan ekonomi dan usaha, dalam reses tersebut turut mencuat aspirasi dari masyarakat penyandang disabilitas yang menginginkan perhatian lebih terhadap pemberdayaan dan kesempatan untuk tetap produktif.

Fadli Hasan mengungkapkan, salah satu aspirasi yang disampaikan berkaitan dengan harapan agar penyandang disabilitas tidak hanya dipandang sebagai kelompok yang membutuhkan bantuan sosial, seperti kursi roda, tetapi juga diberikan ruang, kesempatan, serta dukungan untuk mengembangkan kemampuan dan menghasilkan pendapatan sendiri.

"Jangan sampai penyandang disabilitas hanya diberikan bantuan kursi roda atau sekadar dikasihani. Mereka juga masih punya semangat untuk berjuang, bekerja, dan produktif. Mereka memiliki pemikiran dan kemampuan, hanya saja terdapat keterbatasan fisik," jelasnya.

Menurutnya, perkembangan teknologi digital saat ini seharusnya dapat membuka lebih banyak peluang bagi penyandang disabilitas untuk berkarya dan menjalankan aktivitas produktif tanpa harus selalu terkendala ruang dan waktu.

Aspirasi tersebut, lanjutnya, menjadi pekerjaan rumah yang perlu diperhatikan agar program pemberdayaan masyarakat dapat menjangkau seluruh kelompok, termasuk penyandang disabilitas.

Di akhir penyampaiannya, Fadli Hasan berharap masyarakat dapat memanfaatkan setiap program bantuan pemerintah secara serius dan berkelanjutan. Ia menegaskan bahwa bantuan yang diberikan seharusnya menjadi stimulus atau modal awal untuk membangun usaha, bukan sekadar bantuan yang terus-menerus diharapkan.

"Harapan saya, masyarakat bisa lebih serius memanfaatkan program yang diberikan. Jangan hanya berharap bantuan berulang. Stimulus yang diberikan itu menjadi awal untuk membangun usaha. Selanjutnya, masyarakat harus mengembangkan keterampilan serta kemampuan manajemen agar usahanya bisa berjalan dan berkembang," pungkasnya.

Melalui kegiatan reses tersebut, berbagai aspirasi masyarakat Desa Dulohupa diharapkan dapat menjadi bahan perjuangan dan pembahasan di tingkat DPRD Provinsi Gorontalo, khususnya dalam mendorong penguatan ekonomi kerakyatan, pengembangan peternakan, UMKM, serta pemberdayaan penyandang disabilitas. (red/)
Tak-berjudul81-20250220065525