Lapas Narkotika Muara Beliti Gandeng BRI, Siapkan QRIS untuk Penjualan Produk Warga Binaan.
Table of Contents
MUARA BELITI – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Muara Beliti terus berinovasi dalam meningkatkan pemasaran produk hasil karya warga binaan. Salah satunya dengan menjajaki kerja sama bersama Bank Rakyat Indonesia (BRI) melalui penyediaan fasilitas pembayaran digital Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), Kamis (5/11/2026).
Kunjungan pihak BRI tersebut membahas rencana kerja sama melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU), khususnya terkait pembukaan rekening dan penyediaan fasilitas pembayaran digital untuk mendukung transaksi penjualan produk unggulan hasil kegiatan kerja (Giatja) warga binaan.
Rencananya, fasilitas pembayaran QRIS akan ditempatkan di area Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Lapas Narkotika Kelas IIA Muara Beliti. Dengan fasilitas tersebut, masyarakat, keluarga warga binaan maupun pengunjung dapat melakukan pembayaran secara digital saat membeli berbagai produk hasil karya warga binaan.
Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Muara Beliti, Herdianto, melalui Kasi Kegiatan Kerja (Giatja), Albert Haryadi, menyampaikan bahwa pemanfaatan QRIS merupakan langkah strategis untuk memberikan kemudahan transaksi sekaligus meningkatkan kualitas pengelolaan pemasaran produk Giatja.
Menurutnya, penerapan sistem pembayaran digital diharapkan dapat menjadikan transaksi lebih praktis, modern, aman, dan transparan.
Selain memberikan kemudahan bagi konsumen, fasilitas tersebut juga diharapkan mampu memperluas jangkauan pemasaran produk unggulan warga binaan sehingga semakin dikenal dan diminati masyarakat luas.
Melalui sinergi bersama BRI, Lapas Narkotika Kelas IIA Muara Beliti berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi pelayanan sekaligus mendorong peningkatan produktivitas, keterampilan, dan kemandirian ekonomi warga binaan.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya pembinaan agar warga binaan memiliki keterampilan produktif dan bekal kemandirian ekonomi yang dapat dimanfaatkan setelah kembali ke tengah masyarakat.
( Nasrullah )

