BNNK Gorontalo Perkuat Peran Relawan Anti Narkotika, Dorong Desa Jadi Garda Terdepan P4GN

Table of Contents
LIMBOTO – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Gorontalo terus memperkuat peran masyarakat dalam upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika. Salah satu langkah konkret yang dilakukan yakni melalui kegiatan Gelar Asistensi Relawan Anti Narkotika Tahun 2026.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu (4/11/2026) ini merupakan bagian dari Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) dalam rangka penguatan sumber daya pembangunan desa, khususnya dalam mendukung program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).

Bertempat di Aula Agrindo Coffee Station, Kelurahan Hutuo, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo, kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Kepala BNNK Gorontalo, Abdul Karim D. Engahu, S.H., M.H., dan berlangsung selama satu hari.

Sebanyak 50 peserta dari berbagai unsur diundang untuk mengikuti kegiatan tersebut. Mereka terdiri dari Camat Telaga Biru, Koordinator Wilayah Pendidikan dan Kebudayaan Telaga Biru, unsur TNI, Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Telaga Biru, seluruh kepala desa se-Kecamatan Telaga Biru, Kwarcab Gerakan Pramuka, guru Bimbingan dan Konseling (BK) tingkat SMA, SMP, dan MTs, Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), Komunitas Genre Gorontalo, serta insan pers.

Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber, yakni Kaur Luhkum Bidkum Polda Gorontalo, AKP Fahmi Sjam, S.H., S.I.P., M.H., M.M., serta Irwin Usula dan Lukman Abdullah.

Dalam pelaksanaannya, asistensi ini bertujuan meningkatkan pemahaman para relawan anti narkotika mengenai bahaya narkoba, berbagai permasalahan yang ditimbulkan, serta program P4GN yang menjadi upaya bersama dalam melindungi masyarakat dari ancaman penyalahgunaan narkotika.

Selain itu, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk memperkuat kapasitas relawan dalam melakukan edukasi, deteksi dini, pelaporan, pendampingan, hingga menggerakkan partisipasi masyarakat dalam upaya pencegahan narkotika.

BNNK Gorontalo turut mendorong agar para relawan mampu menyusun rencana aksi anti narkotika di tingkat desa. Pemanfaatan aplikasi relawan anti narkoba juga menjadi bagian penting dalam mendukung koordinasi, pelaporan, serta pelaksanaan kegiatan pencegahan secara lebih terarah.

Melalui kegiatan ini, relawan diharapkan tidak hanya menjadi penyampai informasi mengenai bahaya narkoba, tetapi juga mampu menjadi penggerak masyarakat dalam membangun lingkungan yang sehat, aman, dan bebas dari penyalahgunaan narkotika.

Keterlibatan berbagai unsur, mulai dari pemerintah kecamatan, pemerintah desa, lembaga pendidikan, organisasi kemasyarakatan, hingga insan pers, dinilai menjadi modal penting dalam memperluas jangkauan edukasi dan memperkuat gerakan P4GN di Kabupaten Gorontalo.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala BNNK Gorontalo Abdul Karim D. Engahu, S.H., M.H., Ketua Tim P2M BNNK Gorontalo Nurlian Jasin, S.Pd., M.M., Sekretaris Kecamatan Telaga Biru Sunarti K. Ismail, Nrs., Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Telaga Biru Lian Thalib, Koordinator Wilayah Dikbud Telaga Biru H. Mudin Kaharu, S.Pd., M.Pd., AKP Fahmi Sjam, serta narasumber Irwin Usula dan Lukman Abdullah.

Dengan penguatan kapasitas relawan anti narkotika ini, BNNK Gorontalo berharap upaya pencegahan narkoba dapat semakin masif dan berkelanjutan, dimulai dari lingkungan desa hingga seluruh lapisan masyarakat. (*). 
Tak-berjudul81-20250220065525