Arman Naway Berikan Penguatan Generasi Muda dalam Pengkaderan MAKESTA IPNU-IPPNU di Wonosari
Table of Contents
BOALEMO – Anggota DPRD Kabupaten Boalemo dari Komisi Pendidikan, Arman Naway, memberikan penguatan kepada generasi muda dalam kegiatan Masa Kesetiaan Anggota (MAKESTA) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) yang digelar di Pondok Pesantren Darul Madina, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Boalemo, Gorontalo, Minggu (8/11/2026).
Dalam kegiatan pengkaderan tersebut, Arman Naway yang juga menjabat sebagai Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Boalemo dipercaya membawakan materi tentang Analisis Sosial Dasar (Ansos).
Di hadapan kurang lebih 50 peserta yang merupakan kader baru IPNU-IPPNU, Arman menyoroti pentingnya membangun kesadaran generasi muda untuk terlibat aktif dalam organisasi sebagai ruang pembelajaran, pembentukan karakter, serta pengembangan kapasitas diri.
Menurutnya, di tengah perkembangan teknologi dan dominasi penggunaan gadget, minat sebagian generasi muda untuk berorganisasi mulai menghadapi tantangan tersendiri. Bahkan, pada momentum libur seperti saat ini, banyak anak muda lebih memilih menghabiskan waktu dengan gadget dibandingkan mengikuti kegiatan yang dapat membangun wawasan dan pengalaman sosial.
Namun, kehadiran puluhan peserta dalam kegiatan MAKESTA tersebut menjadi gambaran bahwa masih ada generasi muda yang memiliki ketertarikan untuk belajar, berproses, dan mengembangkan diri melalui organisasi.
Dalam penyampaian materinya, Arman mengajak para kader baru untuk memiliki kepekaan terhadap persoalan sosial di lingkungan sekitarnya. Ia menekankan bahwa generasi muda tidak cukup hanya menjadi penonton terhadap berbagai persoalan masyarakat, tetapi harus mampu memahami akar masalah dan mengambil bagian dalam mencari solusi.
Lebih jauh, Arman memberikan motivasi kepada para peserta agar menjadikan pendidikan, pengetahuan, dan organisasi sebagai instrumen perjuangan untuk memutus mata rantai kebodohan dan kemiskinan.
"Generasi muda harus memiliki keberanian untuk belajar, berpikir kritis, dan peka terhadap persoalan sosial. Organisasi bukan sekadar tempat berkumpul, tetapi menjadi ruang untuk menempa karakter, membangun kepemimpinan, serta mempersiapkan diri agar kelak mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat," ungkapnya.
Ia juga berharap kader IPNU dan IPPNU tidak berhenti pada tahapan pengkaderan formal semata, melainkan terus menjaga semangat belajar, memperluas wawasan, serta mengembangkan kemampuan berorganisasi.
Menurut Arman, masa depan daerah dan bangsa membutuhkan generasi muda yang tidak hanya cakap dalam penguasaan teknologi, tetapi juga memiliki integritas, kepedulian sosial, serta keberanian untuk memperjuangkan perubahan.
Kegiatan MAKESTA ini diharapkan menjadi titik awal lahirnya kader-kader muda Nahdlatul Ulama yang memiliki kesadaran intelektual, kematangan organisasi, dan komitmen untuk mengabdi kepada masyarakat, bangsa, dan negara. (red/)

