Nama Sagita Terseret Isu Hilangnya Echa, Melan dan Rahmatia Akui Sumber Informasi dari Ritual Paranormal

Table of Contents

BOALEMO – Nama Sagita Panigoro, teman dari Elsanti Ibrahim alias Echa (21), ikut terseret dalam informasi yang beredar di media sosial terkait hilangnya gadis asal Desa Mekar Jaya, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Boalemo, Gorontalo. Dalam sebuah unggahan Facebook, akun Rahmatia Daud menyebut Echa diduga dipukul oleh temannya yang disebut telah melarikan diri ke Sorong.

Namun, informasi tersebut belakangan mendapat penjelasan dari Melan Azar, sepupu Echa yang disebut sebagai sumber informasi dalam unggahan tersebut. Melan menegaskan bahwa dirinya tidak pernah secara langsung menuduh Sagita sebagai pelaku pemukulan terhadap Echa.

Keterangan itu diperoleh awak media pada Jumat (2/10/2026), setelah mendatangi kediaman Melan di Desa Mekar Jaya. Saat tiba di lokasi, awak media hanya bertemu dengan orang tua Melan karena yang bersangkutan sedang berada di Kota Gorontalo.

Dengan bantuan keluarga, awak media akhirnya berhasil menghubungi Melan melalui panggilan WhatsApp untuk mengklarifikasi informasi yang beredar.

Dalam keterangannya, Melan menjelaskan bahwa informasi yang disampaikannya berawal dari kabar yang diterima dari keluarganya di kampung mengenai prosesi ritual paranormal. Dalam ritual tersebut, menurut informasi yang diterimanya, nama Sagita disebut-sebut sebagai salah satu orang yang diduga memukul Echa sebelum gadis itu dinyatakan hilang.

Melan kemudian menyampaikan informasi tersebut kepada temannya di Telaga, Kabupaten Gorontalo, bernama Rahmatia Daud. Informasi itu selanjutnya diunggah Rahmatia melalui akun Facebook pribadinya, tetapi tidak berselang lama postingan tersebut dihapus.

Melan mengaku pada awalnya mengira informasi yang diterimanya benar. Namun, ia menegaskan tidak mengetahui secara pasti kebenaran informasi yang dikaitkan dengan ritual paranormal tersebut.

“Saya tidak pernah menuduh Sagita. Saya hanya menyampaikan informasi yang saya terima dari keluarga di kampung. Saya sendiri tidak tahu pasti apakah informasi dari ritual paranormal itu benar atau tidak,” demikian inti penjelasan Melan kepada awak media.

Awak media juga berhasil berkomunikasi dengan Rahmatia Daud melalui panggilan telepon yang tersambung dengan Melan. Dalam komunikasi tersebut, Rahmatia mengakui bahwa informasi yang diunggahnya berasal dari Melan.

Rahmatia menjelaskan, dirinya mengunggah informasi tersebut karena berharap kabar kehilangan Echa semakin tersebar luas dan mendapat perhatian masyarakat. Ia mengaku tidak dapat memastikan kebenaran informasi mengenai dugaan pemukulan yang dikaitkan dengan ritual paranormal tersebut.

Rahmatia juga menyebut unggahan itu telah dihapus tidak lama setelah dipublikasikan.

Keterangan Melan dan Rahmatia tersebut menunjukkan bahwa informasi yang sempat menyeret nama Sagita belum didasarkan pada fakta yang mereka ketahui secara langsung. Keduanya mengaku tidak dapat memastikan kebenaran tudingan yang berawal dari informasi ritual paranormal tersebut.

Ritual paranormal merupakan hal yang dipercaya oleh sebagian masyarakat. Namun, hasil atau informasi yang diklaim diperoleh melalui ritual semacam itu tidak dapat dijadikan dasar untuk memastikan seseorang terlibat dalam tindak pidana, terlebih ketika tudingan tersebut disebarluaskan ke ruang publik.

Dalam kasus hilangnya Echa, setiap informasi yang berpotensi mengarah pada dugaan tindak pidana perlu diuji melalui proses verifikasi dan penyelidikan oleh pihak berwenang. Nama seseorang tidak sepatutnya langsung dikaitkan dengan tindakan kriminal hanya berdasarkan informasi yang belum terkonfirmasi.

Di sisi lain, awak media memperoleh informasi bahwa sosok yang disebut mengalami kesurupan dalam ritual paranormal tersebut merupakan istri Kepala Desa Mekar Jaya. Namun, hingga berita ini diterbitkan, awak media belum berhasil menemui yang bersangkutan untuk meminta klarifikasi. Menurut informasi yang diterima, ia sedang berada di luar daerah.

Awak media tetap membuka ruang klarifikasi bagi pihak-pihak yang disebut dalam pemberitaan ini, termasuk Sagita, Rahmatia Daud, Melan Azar, dan pihak terkait lainnya, guna memastikan pemberitaan yang berimbang. (red/)
Tak-berjudul81-20250220065525