Mustafa, S.H., M.H., Pendiri LACAK dan Mantan Ketua JPKP DPD Bone Berpulang
Table of Contents
BONE — Dunia pers dan masyarakat Kabupaten Bone berduka cita. Mustafa, S.H., M.H., (60 tahun), mantan wartawan, pendiri Lembaga Penelusuran Kasus Anti Korupsi (DPP LACAK RI), sekaligus Pembina Media Suara Imbang.com, telah berpulang ke Rahmatullah pada Minggu malam, 25 Oktober 2026.
Almarhum meninggal dunia di Rumah Sakit Tentara Dr. M. Yasin, Watampone, Kabupaten Bone, sekitar pukul 21.00 WITA, setelah menjalani perawatan medis akibat sakit komplikasi yang dideritanya.
Kabar berpulangnya tokoh yang dikenal teguh memperjuangkan kebenaran ini disampaikan langsung oleh adik kandung almarhum, Muhammad Thahir.
"Beliau sempat kelelahan, sehingga segera kami bawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut, hingga akhirnya beliau berpulang. Terkait sakitnya, pihak dokter menyebut akibat sakit komplikasi," ungkap Muhammad Thahir dengan nada haru.
Semasa hidupnya, almarhum dikenal memiliki perjalanan hidup yang menginspirasi. Awalnya beliau menekuni profesi sebagai wartawan, sebelum kemudian mengabdi kepada negara sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bone. Setelah memasuki masa pensiun, semangat pengabdiannya tidak surut. Almarhum mendirikan Lembaga Penelusuran Kasus Anti Korupsi (DPP LACAK RI), sebuah organisasi kemasyarakatan yang kini telah memiliki ratusan anggota, dengan jangkauan yang meluas hingga ke luar Pulau Sulawesi, mencakup wilayah Jawa dan Maluku.
Selain itu, almarhum juga pernah menjabat sebagai Ketua Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan (JPKP) DPD Bone. Naluri jurnalistik yang dimilikinya senantiasa terjaga. Semangatnya untuk menyuarakan kebenaran membuatnya dipercaya menjabat sebagai Pembina Media Suara Imbang.com, tempat di mana kehadirannya senantiasa memberikan arahan serta menjaga prinsip jurnalistik yang berintegritas.
Jasa, perjuangan, dan dedikasi almarhum akan selalu dikenang oleh keluarga, rekan sejawat, dan masyarakat luas. Semoga almarhum diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa, ditempatkan di tempat yang terbaik, dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan serta kesabaran.*
( Ahmad Latif )

