Keluarga Dorong Penguatan Keselamatan Pasien di RSUD Kraton*
Table of Contents
PEKALONGAN,RNN.COM- Prinsip ketelitian dan keselamatan pasien menjadi sorotan keluarga pasien di RSUD Kraton, Kabupaten Pekalongan. Keluarga menemukan label pada botol infus yang sedang terpasang mencantumkan nama pasien lain yang telah dicoret. Label itu juga mencantumkan tanggal 4 September 2026.
Temuan di Ruang Cempaka, Kamar 3, pada Jumat (16/10/2026) malam itu, mendorong keluarga untuk meminta kejelasan prosedur pelabelan dan verifikasi identitas pasien kepada petugas keperawatan.
Keluarga berkepentingan memastikan cairan yang diberikan telah sesuai dengan identitas pasien dan instruksi medis yang berlaku.
*Upaya Memperoleh Penjelasan*
Untuk mendapatkan penjelasan, keluarga berupaya menemui perawat yang bertugas. Menurut keterangan keluarga, proses pencarian memakan waktu cukup lama hingga akhirnya dibantu petugas keamanan yang berjaga di bagian depan rumah sakit untuk mencarikan perawat.
Pengalaman tersebut memunculkan harapan agar mekanisme pemanggilan petugas dapat lebih mudah diakses dan responsif, khususnya pada malam hari ketika keluarga membutuhkan klarifikasi cepat terkait pelayanan.
Pengalaman keluarga pada malam itu tidak serta-merta dapat dimaknai sebagai tidak adanya perawat yang bertugas. Hal yang perlu dijelaskan manajemen adalah bagaimana sistem monitoring dan respons berjalan agar keluarga merasa terlayani.
*Keterangan Petugas di Lapangan*
Setelah dipertemukan, perawat yang melakukan penggantian infus memberikan penjelasan kepada keluarga. Perawat mengakui nama pada label bukan identitas pasien yang sedang dirawat dan menjelaskan coretan dilakukan karena label masih memuat identitas pasien lain.
Perawat juga menyampaikan penggantian dilakukan karena cairan sebelumnya habis dan cairan yang dipasang berjenis D5, yang disebut sama dengan cairan sebelumnya.
Penjelasan tersebut menjadi keterangan awal dari sisi petugas. Namun, dalam standar keselamatan pasien, kesamaan jenis cairan saja tidak cukup. Perlu ada verifikasi berlapis meliputi kesesuaian identitas pasien, instruksi medis, dosis, konsentrasi, serta prosedur penyiapan di Instalasi Farmasi yang terdokumentasi.
Termasuk tanggal 4 September 2026 pada label, perlu penjelasan resmi apakah itu tanggal penyiapan, pencetakan label sistem, atau keterangan administratif lain.
*Pentingnya Monitoring dan Ketelitian*
Peristiwa ini menjadi momentum untuk mengedepankan kembali budaya keselamatan pasien. Monitoring pada tahap pelabelan, double-check identitas sebelum pemberian tindakan, dan komunikasi efektif antara farmasi, perawat, dan keluarga pasien perlu terus diperkuat.
Ketelitian pada hal administratif seperti label identitas merupakan bagian integral dari pencegahan risiko dan peningkatan mutu pelayanan rumah sakit.
*Menunggu Klarifikasi Resmi*
Guna menjaga prinsip keberimbangan dan kehati-hatian, surat permohonan klarifikasi telah disampaikan kepada manajemen RSUD Kraton pada Selasa (20/10/2026).
Hingga berita ini disusun, manajemen RSUD Kraton belum memberikan tanggapan resmi. Temuan label tersebut dengan sendirinya belum membuktikan adanya kesalahan pemberian cairan. Karena itu, keterangan resmi dan hasil penelusuran internal rumah sakit sangat diperlukan agar publik memperoleh gambaran yang utuh dan faktual.(Ifan & tim)

