Kades Mekar Jaya Ungkap Perkembangan Kasus Echa: Identitas Rangka Masih Menunggu Hasil Polisi

Table of Contents

BOALEMO, GORONTALO – Pemerintah Desa Mekar Jaya, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Boalemo, Gorontalo, masih menunggu kepastian dari pihak kepolisian terkait penemuan rangka yang diduga berkaitan dengan hilangnya Elsanti Ibrahim alias Echa.

Hal itu disampaikan Kepala Desa Mekar Jaya, Suparman Ibrahim, S.Pd., saat ditemui media di kediaman keluarga Elsanti Ibrahim alias Echa, Rabu (30/9/2026).

Suparman mengatakan, pihak kepolisian telah melakukan upaya pemanggilan terhadap sejumlah pihak yang dianggap berkaitan dengan kasus tersebut, termasuk mantan kekasih Echa.

Namun, menurutnya, pihak yang diundang tersebut belum dapat hadir secara langsung. Saat itu, hanya kepala dusun yang memenuhi undangan karena Adi Ibrahim disebut sedang dalam kondisi kurang sehat.

“Dari pihak kepolisian sudah mengundang mantan pacarnya Echa. Yang bersangkutan akan diundang, cuma yang hadir hanya kepala dusunnya. Karena pada saat itu saudara Adi Ibrahim kondisinya kurang sehat,” ujar Suparman.

Ia menjelaskan, komunikasi antara pemerintah desa dengan pihak kepolisian terkait perkembangan kasus masih terus berjalan. Namun, hingga saat ini belum ada kepastian mengenai identitas rangka yang ditemukan.

“Informasi-informasi yang kami terima di jajaran pemerintahan itu dari kepolisian tetap ada. Untuk memastikan kasus ini akan terungkap, sampai dengan saat ini belum ada. Tapi untuk informasi-informasi yang lain itu ada,” jelasnya.

Sebagai kepala desa sekaligus bagian dari keluarga Echa, Suparman mengaku tetap berusaha menyikapi situasi tersebut dengan tenang. Ia mengatakan, keluarga belum dapat memastikan bahwa rangka yang ditemukan merupakan Echa.

Menurutnya, dugaan tersebut muncul karena terdapat barang-barang yang disebut berkaitan dengan Echa di sekitar lokasi penemuan rangka. Namun, kepastian tetap harus menunggu hasil pemeriksaan resmi.

“Perasaan saya masih biasa saja, dalam artian bahwa anak ini ataupun Elsa ini menurut keterangan kami masih ada, meskipun sudah ditemukan rangka. Tetapi untuk memastikan bahwa itu rangkanya Elsa belum terlalu meyakinkan,” katanya.

Suparman menambahkan, berdasarkan kondisi dan informasi yang ada, pihak keluarga memiliki dugaan bahwa rangka tersebut berkaitan dengan Echa. Namun, ia menegaskan dugaan itu belum dapat dijadikan kepastian.

“Minimal kita punya asumsi bahwa rangka yang diduga adalah rangka manusia dan itu ada hubungannya dengan barangnya si Echa. Maka kami punya asumsi mungkin berkisar 70 persen bahwa itu rangkanya Elsa. Namun kita masih menunggu hasil dari pihak kepolisian,” ungkapnya.

Terkait informasi awal penemuan rangka, Suparman mengaku mendapat telepon dari salah seorang anggota kepolisian sekitar pukul 16.04 WITA. Dalam komunikasi tersebut, ia diberitahu mengenai adanya penemuan rangka di Desa Bongotua.

Mendapat informasi tersebut, Suparman kemudian langsung menuju lokasi tempat ditemukannya rangka.

“Kemarin saya sempat dihubungi salah satu anggota dari pihak Polsek Wonosari sekitar pukul 16.04 sore. Saya mendapat telepon dari anggota kepolisian bahwa ada penemuan rangka di Desa Bongotua. Sehingga saya langsung menuju ke TKP,” tuturnya.

Pemerintah desa, kata Suparman, juga berupaya menghubungi pihak keluarga Echa setelah menerima informasi tersebut agar dapat mendatangi lokasi penemuan.

“Kami sudah menghubungi, berupaya untuk menghubungi keluarganya Echa untuk bisa mendatangi TKP karena ada informasi penemuan rangka manusia,” ujarnya.

Sementara itu, terkait kemungkinan adanya warga lain yang dilaporkan hilang di wilayah tersebut, Suparman mengatakan memang terdapat informasi mengenai orang hilang setelah Echa dinyatakan tidak diketahui keberadaannya sejak Juni 2026.

Namun, orang-orang yang sebelumnya dilaporkan hilang tersebut kemudian kembali dan ditemukan dalam kondisi sehat.

“Kalau setelah kejadian Elsa dari bulan Juni itu ada informasi-informasi orang hilang, akan tetapi orang hilang tersebut bisa kembali dan bahkan ditemukan dalam kondisi sehat,” katanya.

Dengan demikian, berdasarkan informasi yang diketahuinya, hingga saat ini Echa disebut sebagai satu-satunya warga yang masih dinyatakan hilang dan belum ditemukan.

“Iya, sepengetahuan saya itu hanya Elsa Santi saja yang hilang. Sampai dengan detik hari ini belum ditemukan,” ungkap Suparman.

Di tengah ketidakpastian tersebut, Suparman berharap masyarakat tetap mendoakan agar persoalan ini segera mendapatkan titik terang dan Echa dapat kembali kepada keluarganya.

“Harapan untuk publik, kita berdoa bersama. Insyaallah Elsa ini kembali ke keluarga dalam keadaan sehat walafiat,” pungkasnya. (red/)
Tak-berjudul81-20250220065525