Dinkes Kabupaten Gorontalo Gelar Pelatihan Perawatan Lansia, Perkuat Pendampingan Kesehatan di Masyarakat

Table of Contents

GORONTALO – Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo terus memperkuat kapasitas tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya bagi kelompok lanjut usia (lansia). Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui Pelatihan Perawatan Jangka Panjang Lansia bagi tenaga kesehatan tingkat Kabupaten Gorontalo tahun 2026.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Bidang Sumber Daya Kesehatan (SDK) Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo ini resmi dibuka oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo, Afryani Katili, S.K.M., M.Kes., pada Jumat (16/10/2026), bertempat di Ruang Diyanomo 1, lantai dua Hotel Aston, Kota Gorontalo.

Pelatihan tersebut berlangsung selama tujuh hari, mulai 16 hingga 22 Oktober 2026, dengan melibatkan 27 peserta yang terdiri atas dokter dan perawat di wilayah Kabupaten Gorontalo.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Bidang Kesehatan Primer dan Komunikasi (Kesprinkom), Rahmad Sutatojo, S.K.M., Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan, Agustina K. Moha, S.K.M., Ketua Panitia Pelaksana sekaligus penanggung jawab program lansia, Sandra Anggriani, A.Md.Kep., serta narasumber Sri Rahmatisny Dunggio, S.K.M.

Usai membuka kegiatan, Afryani Katili menjelaskan bahwa pelatihan ini bertujuan memperkuat kemampuan tenaga kesehatan Puskesmas dalam melaksanakan tata laksana perawatan jangka panjang bagi lansia, sehingga mereka dapat menjalani kehidupan yang sehat, mandiri, dan tidak sepenuhnya bergantung kepada keluarga.

Menurutnya, perawatan lansia membutuhkan pendampingan yang berkelanjutan, baik dari keluarga maupun tenaga kesehatan, terutama bagi lansia yang mengalami penyakit kronis dan memerlukan pemantauan serta pengobatan secara rutin.

“Pelatihan ini lebih kepada penguatan tenaga kesehatan untuk melakukan pendampingan dan perawatan jangka panjang bagi lansia di lingkungan masyarakat, khususnya di wilayah kerja Puskesmas,” ujar Afryani.

Ia menambahkan, pelayanan terhadap lansia perlu disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing individu. Pendampingan tidak hanya berfokus pada penanganan penyakit, tetapi juga mencakup upaya mempertahankan kualitas hidup, kemandirian, serta pemantauan kesehatan secara berkesinambungan.

Melalui pelatihan ini, para peserta diharapkan mampu menerapkan standar perawatan jangka panjang secara tepat ketika kembali menjalankan tugas di wilayah kerja masing-masing.

Afryani berharap, setelah mengikuti seluruh rangkaian pelatihan, tenaga kesehatan dapat meningkatkan kualitas tata kelola pendampingan dan perawatan lansia sesuai standar yang telah ditetapkan.

“Harapannya, kita bisa melaksanakan tata kelola pendampingan maupun perawatan jangka panjang bagi lansia sesuai dengan standar,” tutupnya.

Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo dalam memperkuat pelayanan kesehatan berbasis masyarakat, sekaligus mendorong pemenuhan kebutuhan perawatan lansia secara berkelanjutan agar mereka tetap sehat, mandiri, dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik. (red/)
Tak-berjudul81-20250220065525