Di Balik Kawin Suntik, Fadli Djafar Jaga Harapan Peternak Boalemo Lewat Program IB Gratis

Table of Contents

BOALEMO, GORONTALO – Di balik pelayanan inseminasi buatan (IB) atau kawin suntik pada sapi, tersimpan harapan besar para peternak untuk meningkatkan usaha dan kesejahteraan keluarga. Hal inilah yang menjadi semangat Fadli Djafar, petugas inseminasi buatan Kabupaten Boalemo, dalam menjalankan tugasnya di tengah masyarakat.

Usai mengikuti pelatihan inseminasi buatan selama 21 hari di Lembang, Bandung, pada September 2026, Fadli kini mulai rutin mengimplementasikan ilmu dan keterampilan yang diperolehnya. Salah satu kegiatannya berlangsung pada Kamis, 22 Oktober 2026, saat ia menyambangi peternak sapi di Desa Kuala Lumpur, Kecamatan Paguyaman, Kabupaten Boalemo, Gorontalo.

Dalam pelaksanaan pelayanan tersebut, Fadli tidak hanya menjalankan tugas teknis untuk membantu proses reproduksi ternak, tetapi juga menyaksikan secara langsung besarnya harapan yang dititipkan para peternak melalui program tersebut.

Sebuah momen sederhana menjadi pengalaman berkesan baginya. Setelah pelayanan inseminasi buatan selesai dilakukan pada sapi betina, pemilik ternak menghampirinya dengan wajah penuh kegembiraan dan menawarkan uang untuk sekadar membeli rokok.

“Pak, ini biar cuma mo bili akan rokok,” ujar pemilik ternak.

Namun, Fadli dengan tegas dan santun menolak pemberian tersebut. Ia menjelaskan bahwa pelayanan yang dilakukannya merupakan bagian dari tugas profesional yang telah difasilitasi pemerintah, sehingga peternak tidak perlu mengeluarkan biaya untuk pelayanan tersebut.

“Tidak usah, Pak. Kami bekerja secara profesional. Kami sudah difasilitasi oleh pemerintah, jadi Bapak tidak perlu membayar apa-apa,” jawabnya.

Bagi Fadli, tawaran sederhana itu bukan sekadar bentuk terima kasih dari seorang peternak. Ia melihat adanya ketulusan, rasa syukur, serta harapan besar agar sapi yang dipelihara dapat berkembang biak dan memberikan manfaat bagi keluarga.

Menurutnya, bagi sebagian peternak, kelahiran seekor anak sapi bukan hanya menambah jumlah ternak, tetapi juga menjadi aset berharga yang dapat membantu menopang perekonomian rumah tangga di masa mendatang.

Di balik kandang sederhana, terdapat perjuangan panjang masyarakat dalam membangun usaha peternakan. Karena itu, pelayanan inseminasi buatan menjadi salah satu upaya yang diharapkan dapat membantu peternak meningkatkan produktivitas dan mengembangkan usaha mereka.

Program IB yang difasilitasi pemerintah juga menjadi bentuk dukungan terhadap masyarakat peternak agar dapat memperoleh pelayanan reproduksi ternak tanpa terbebani biaya pelayanan tersebut.

Pengalaman itu semakin menguatkan keyakinan Fadli bahwa tugas seorang petugas lapangan bukan semata-mata menyelesaikan pekerjaan teknis, melainkan memberikan pelayanan yang bertanggung jawab dan memahami kebutuhan masyarakat.

Ia berharap, ilmu yang diperoleh selama pelatihan dapat terus diterapkan untuk membantu para peternak di Kabupaten Boalemo, sekaligus mendukung pengembangan sektor peternakan daerah.

Melalui pelayanan yang profesional dan berorientasi pada kepentingan masyarakat, Fadli ingin memastikan bahwa setiap upaya yang dilakukan membawa manfaat nyata bagi peternak.

Sebab, di balik setiap pelayanan inseminasi buatan, ada harapan tentang ternak yang berkembang, usaha yang semakin maju, dan masa depan keluarga peternak yang lebih baik.

Bagi Fadli, bekerja bukan tentang menerima imbalan dari masyarakat, melainkan tentang memberikan manfaat dan menjaga kepercayaan masyarakat melalui pelayanan yang tulus dan profesional. (red/)
Tak-berjudul81-20250220065525