Dari Kapolsek Wonosari ke Kasat Narkoba, Ini Rekam Jejak Iptu Zulkifli Saeng

Table of Contents

BOALEMO — Perjalanan pengabdian Iptu Zulkifli Saeng, S.H., M.H., memasuki babak baru. Setelah sekitar 17 bulan memimpin Polsek Wonosari, Kabupaten Boalemo, ia kini dipercaya mengemban tugas strategis sebagai Kepala Satuan Reserse Narkoba (Kasat Narkoba) Polres Boalemo, Polda Gorontalo.

Pelantikan tersebut dipimpin Kapolres Boalemo AKBP Firman Taufik, S.I.K., bersama sejumlah pejabat lainnya di halaman Markas Polres Boalemo, Jumat (9/10/2026).

Bagi Zulkifli, pergeseran jabatan ini bukan sekadar pergantian posisi. Penugasan baru tersebut menjadi babak lanjutan perjalanan karier kepolisian yang selama ini diwarnai pengalaman kewilayahan, kegiatan kemasyarakatan, serta pembinaan generasi muda melalui olahraga.

Kini, tantangan yang menantinya semakin besar. Sebagai Kasat Narkoba, ia akan berada di garda depan upaya pemberantasan peredaran gelap narkotika di wilayah hukum Polres Boalemo.

Sebelum dipercaya menduduki jabatan baru, Zulkifli menjabat sebagai Kapolsek Wonosari selama kurang lebih 17 bulan. Ia juga pernah mengemban tugas sebagai Kapolsek Popayato Barat, Polres Pohuwato.

Pengalamannya tidak hanya berkutat pada tugas kepolisian di tingkat sektor. Zulkifli juga disebut pernah bertugas di Direktorat Reserse Narkoba Polda Gorontalo dan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Gorontalo.

Pengalaman tersebut menjadi bekal yang relevan dalam menjalankan tugas barunya. Penanganan perkara narkotika membutuhkan kemampuan penyelidikan, pengembangan informasi, pemetaan jaringan peredaran, serta koordinasi lintas instansi.

Meski demikian, tantangan sesungguhnya akan terlihat dari kinerja Satres Narkoba di bawah kepemimpinannya, termasuk konsistensi penindakan, pengungkapan jaringan, dan upaya mencegah narkotika merusak masa depan generasi muda.

Salah satu rekam jejak yang menonjol selama Zulkifli memimpin Polsek Wonosari adalah dukungannya terhadap pembinaan olahraga, terutama cabang bela diri.

Bedasarkan informasi yang dihimpun media, Tim binaannya, Dragon Camp Polsek Wonosari tercatat meraih predikat juara umum dalam ajang kejuaraan provinsi Panua Pride MMA Championship 2025 yang diselenggarakan oleh Ford Kabupaten Pohuwato.

Prestasi itu berlanjut pada 2026. Dragon Camp Polsek Wonosari kembali meraih juara umum dalam Kejuaraan Provinsi Seleksi Daerah (Selekda) atlet Muay Thai Gorontalo yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Bhayangkara ke-80.

Dalam ajang yang sama, Zulkifli juga tercatat meraih medali emas pada kelas putra 80–84 kilogram.

Capaian tersebut menjadi salah satu catatan penting dalam kiprahnya di Wonosari. Olahraga bela diri tidak hanya menjadi ruang kompetisi, tetapi juga sarana menyalurkan energi anak muda ke kegiatan yang terarah, disiplin, dan menjunjung sportivitas.

Di tengah tantangan menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, pembinaan seperti ini dapat menjadi bagian dari pendekatan preventif untuk membangun lingkungan yang lebih positif bagi generasi muda.

Perhatian Zulkifli terhadap olahraga juga terlihat melalui penyelenggaraan turnamen bola voli Kapolsek Cup dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-79 pada 2025.

Kompetisi tersebut menghadirkan pertandingan putra dan putri serta menjadi ruang pertemuan bagi masyarakat melalui kegiatan olahraga.

Polsek Wonosari juga menggelar kegiatan olahraga dalam rangka peringatan Hari Kemerdekaan. Berdasarkan daftar prestasi yang dihimpun, tim bola voli putri meraih juara 1, dan tim putra juara  2 dalam lomba peringatan HUT RI ke-81, disusul tim Bhayangkari yang mengamankan posisi juara 2.

Rangkaian kegiatan itu menunjukkan bahwa selama memimpin Wonosari, Zulkifli turut mendorong aktivitas masyarakat yang tidak semata-mata berorientasi pada penegakan hukum, tetapi juga memperkuat partisipasi sosial dan kebersamaan warga.

Di bidang keamanan dan ketertiban, Polsek Wonosari juga tercatat menerima piagam penghargaan sebagai polsek dengan pengungkapan peredaran minuman keras terbanyak di wilayah Polres Boalemo dalam rangka Hari Bhayangkara ke-79 tahun 2025, sesuai data prestasi yang disampaikan.

Tak hanya itu, Iptu Zulkifli juga tercatat berhasil menekan angka tindak pidana diwilayah hukum Wonosari yaitu dimana laporan polisi yang masuk hingga Oktober 2026 turun signifikan 72 persen dibandingkan dengan tahun 2025.

Sejumlah catatan itu menggambarkan ruang lingkup tantangan yang dihadapi saat bertugas di wilayah, mulai dari menjaga ketertiban masyarakat hingga merespons dugaan aktivitas yang berpotensi melanggar hukum.

Namun, jabatan baru sebagai Kasat Narkoba akan menghadirkan medan tugas yang berbeda, dengan kebutuhan penanganan perkara yang menuntut ketelitian, profesionalisme, dan pengembangan jaringan penyelidikan.

Di luar tugas kepolisian, Zulkifli juga dikenal melalui sejumlah kegiatan sosial yang dilaksanakan selama memimpin Polsek Wonosari.

Pada Juli 2026, Polsek Wonosari menggelar nikah massal dan sunatan massal dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80. Kegiatan yang berlangsung di halaman Mapolsek Wonosari itu menjadi bentuk pelayanan sosial bagi warga.

Program tersebut mencakup enam pasangan yang mengikuti nikah massal dan 17 anak yang mengikuti sunatan massal, sebagaimana diberitakan Radar Nusantara News.

Kepedulian sosial juga tampak melalui program Jumat Berkah yang rutin dilaksanakan, mulai dari berbagi sayur, ikan segar hingga bahan pokok untuk masyarakat. Pada Agustus 2026, Polsek Wonosari bersama Bhayangkari membagikan 100 paket beras dari Kapolres Boalemo kepada masyarakat. Sebulan kemudian, personel kepolisian turut membantu pembangunan rumah warga di Desa Harapan melalui program Jumat Bakti.

Kegiatan-kegiatan tersebut memperlihatkan bentuk pelayanan yang menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung. Bagi institusi kepolisian, kedekatan dengan warga merupakan bagian penting dalam membangun kepercayaan publik dan menjaga situasi keamanan yang kondusif.

Kini, setelah meninggalkan jabatan Kapolsek Wonosari, Zulkifli memasuki tanggung jawab baru yang tidak ringan.

Peredaran narkotika merupakan persoalan yang membutuhkan kerja berkelanjutan, mulai dari pengumpulan informasi, penindakan terhadap pelaku, pengembangan jaringan, hingga koordinasi dengan lembaga terkait dan upaya pencegahan di tengah masyarakat.

Pengalaman bertugas di Direktorat Reserse Narkoba Polda Gorontalo dan BNNP Gorontalo menjadi latar belakang yang relevan bagi penugasan tersebut. Namun, masyarakat tentu menantikan pembuktian melalui hasil kerja nyata, profesional, dan terukur.

Dari pembinaan atlet, kegiatan sosial, hingga pengalaman menjaga keamanan wilayah, perjalanan Zulkifli di Wonosari menjadi bagian dari rekam jejak yang kini dibawanya ke jabatan baru.

Kepercayaan sebagai Kasat Narkoba Polres Boalemo sekaligus menjadi ujian berikutnya, sejauh mana pengalaman dan pengabdiannya dapat diterjemahkan menjadi langkah konkret dalam menekan peredaran narkotika serta melindungi masyarakat, khususnya generasi muda, dari ancaman barang terlarang tersebut. (red/)
Tak-berjudul81-20250220065525