Bupati Sofyan Puhi Buka Rakor dan Bimtek Posyandu 2026, Perkuat Layanan Kesehatan Berbasis Siklus Hidup

Table of Contents

GORONTALO – Bupati Gorontalo, H. Sofyan Puhi, S.T., resmi membuka kegiatan Rapat Advokasi, Koordinasi, dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Posyandu Tingkat Kabupaten Gorontalo Tahun 2026, yang digelar di Ruang Manggis Hotel Aston, Kota Gorontalo, Jumat (16/10/2026).

Kegiatan yang diselenggarakan melalui Bidang Kesehatan Primer dan Komunikasi (Kesprinkom) Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo ini mengusung tema “Posyandu Kuat, Keluarga Sehat, Gorontalo Hebat”.

Sebanyak 254 peserta mengikuti kegiatan tersebut. Mereka terdiri atas unsur kepala desa, ketua Tim Penggerak PKK desa, koordinator kader Posyandu dari setiap desa, serta undangan terkait dari Kecamatan Pulubala, Bongomeme, Tibawa, dan Bilato.

Turut hadir dalam kegiatan itu Wakil Bupati Gorontalo, Tonny S. Junus, Sekretaris Daerah Kabupaten Gorontalo, Sugondo Makmur, S.Pd., M.H., Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Gorontalo, Hj. Maryam Sofyan Puhi Pago, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Gorontalo, Selviyanty Sugondo Makmur Ntoma, serta sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah terkait.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo, Afryani Katili, S.K.M., M.Kes., menjelaskan bahwa kegiatan tersebut berfokus pada penguatan advokasi, koordinasi, dan peningkatan kapasitas kader Posyandu yang setiap hari memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Menurutnya, Posyandu memiliki peran penting dalam mendukung pelayanan kesehatan dasar, mulai dari Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP), pelayanan kesehatan balita, hingga pelayanan yang terintegrasi dengan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM).

Ia menerangkan, melalui konsep Integrasi Layanan Primer, pelayanan Posyandu diarahkan untuk menjangkau seluruh tahapan siklus hidup, mulai dari ibu hamil, bayi dan balita, remaja, hingga lanjut usia (lansia).

“Melalui kegiatan advokasi, koordinasi, dan bimbingan teknis ini, kami berharap pelayanan Posyandu dapat berjalan lebih terintegrasi, sesuai dengan ketentuan Permendagri Nomor 13 Tahun 2024,” ujar Afryani.

Ia menambahkan, penguatan Posyandu tidak hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan, tetapi membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah kabupaten, pemerintah kecamatan, hingga pemerintah desa.

Dalam pelaksanaannya, peran Tim Pembina Posyandu di setiap tingkatan dinilai penting untuk mendukung pemantauan, koordinasi, dan peningkatan kualitas pelayanan yang diberikan kepada masyarakat secara rutin.

Keterlibatan kepala desa, kader Posyandu, serta unsur Tim Penggerak PKK diharapkan dapat memperkuat sinergi dalam memastikan pelayanan kesehatan masyarakat berjalan secara berkesinambungan dan menjangkau kelompok sasaran secara lebih luas.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Gorontalo diharapkan mampu mendorong Posyandu menjadi pusat pelayanan kesehatan masyarakat yang semakin kuat, terpadu, dan responsif terhadap kebutuhan warga.

Penguatan kapasitas kader serta koordinasi lintas sektor menjadi langkah penting untuk mewujudkan keluarga yang sehat dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dasar di Kabupaten Gorontalo, sejalan dengan tema kegiatan, “Posyandu Kuat, Keluarga Sehat, Gorontalo Hebat”. (red/)
Tak-berjudul81-20250220065525