Arman Naway Sambangi Keluarga Echa di Boalemo, Bawa Bantuan dan Pesan Tegas soal Proses Hukum

Table of Contents
BOALEMO, GORONTALO – Di tengah penantian panjang yang belum menemukan kepastian, keluarga Elsanti Ibrahim alias Echa di Desa Mekar Jaya, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Boalemo, kembali mendapat perhatian. Ketua Fraksi NasDem DPRD Kabupaten Boalemo, Arman Naway, mendatangi kediaman keluarga tersebut pada Sabtu (10/10/2026), membawa bantuan kebutuhan pokok sekaligus dukungan moril bagi keluarga yang masih menanti kejelasan kasus hilangnya Echa sejak 19 Juni 2026.

Kunjungan ini bukan sekadar silaturahmi. Di balik bantuan yang diserahkan, ada pesan tentang pentingnya menjaga ketabahan keluarga, mengawal proses hukum, dan tidak membiarkan spekulasi di media sosial mendahului fakta yang sedang ditelusuri aparat penegak hukum.

Bagi keluarga Echa, berbulan-bulan tanpa kepastian bukanlah waktu yang mudah. Orang tua dan keluarga besarnya harus menjalani hari-hari dengan harapan memperoleh jawaban mengenai keberadaan putri mereka. Di tengah situasi tersebut, perhatian dan dukungan dari berbagai pihak menjadi salah satu penguat untuk menghadapi masa sulit.

Kondisi itu juga berpotensi memengaruhi aktivitas sehari-hari keluarga, termasuk pekerjaan sebagai petani yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan mereka. Karena itu, bantuan kebutuhan pokok yang dibawa Arman diharapkan dapat sedikit meringankan beban keluarga, meskipun belum mampu menghapus kecemasan yang masih menyelimuti mereka.

Arman Naway menyampaikan bahwa bantuan tersebut juga merupakan tindak lanjut dari amanah almarhum Rachmat Gobel. Ia berharap bantuan sederhana yang diberikan dapat bermanfaat bagi keluarga Echa, terutama dalam membantu memenuhi kebutuhan di tengah situasi sulit yang masih mereka hadapi.

“Bantuan ini juga merupakan tindak lanjut dari amanah almarhum Rachmat Gobel. Mudah-mudahan bantuan seadanya ini bisa bermanfaat bagi keluarga dan sedikit membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi,” ujar Arman.

Menurutnya, kepedulian terhadap masyarakat yang sedang mengalami kesulitan perlu diwujudkan melalui tindakan nyata. Baginya, nilai sebuah bantuan bukan semata-mata terletak pada jumlah materi yang diberikan, melainkan juga pada perhatian dan dukungan moril kepada keluarga yang sedang menghadapi ujian berat.

Momentum kunjungan tersebut berlangsung bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun Kabupaten Boalemo. Di tengah suasana perayaan hari jadi daerah, kehadiran seorang wakil rakyat di rumah keluarga yang sedang menghadapi persoalan berat menjadi bentuk perhatian langsung terhadap warga.

Arman sendiri sebelumnya telah menunjukkan perhatian terhadap upaya pencarian Echa. Pada September 2026, ia mendatangi Mapolsek Wonosari untuk memberikan dukungan kepada aparat penegak hukum. Namun, kunjungan pada Sabtu kali ini menjadi momen pertamanya bertatap muka langsung dengan keluarga Echa.

Dalam keterangannya, Arman menegaskan bahwa kehadirannya merupakan bentuk dukungan moril kepada keluarga yang terdampak secara psikologis akibat persoalan tersebut.

Ia juga mengingatkan keluarga agar tetap bersabar dan memberikan ruang bagi aparat penegak hukum untuk menuntaskan proses penyidikan hingga perkara memperoleh kejelasan melalui jalur hukum.

Menurut Arman, dukungan terhadap keluarga harus berjalan beriringan dengan penghormatan terhadap proses hukum. Ia meminta agar tidak ada pihak yang terburu-buru menarik kesimpulan atau menuding kelompok tertentu sebelum seluruh fakta dan bukti terungkap.

Pesan serupa juga ditujukan kepada masyarakat dan pengguna media sosial. Arman mengingatkan agar informasi yang belum terverifikasi tidak dijadikan dasar untuk membangun opini, menyebarkan tuduhan, ataupun memicu kebencian terhadap pihak tertentu.

“Jangan sampai framing-framing di media sosial memengaruhi proses penyidikan. Saya juga menyampaikan kepada pihak keluarga agar tidak ada justifikasi negatif atau tuduhan terhadap kelompok tertentu dalam proses penyidikan,” tegas Arman.

Ia menyatakan keyakinannya bahwa kepolisian dapat bekerja secara profesional dalam menangani perkara tersebut. Arman juga berharap aparat memberikan perhatian terhadap kebutuhan keluarga selama proses hukum berlangsung.

Sorotan lain muncul ketika Arman ditanya mengenai perkembangan penanganan perkara, termasuk perubahan status laporan dari orang hilang menjadi perkara yang berkaitan dengan dugaan tindak pidana terhadap nyawa seseorang.

Arman menegaskan bahwa dirinya masih menunggu kepastian dari hasil pemeriksaan forensik, khususnya pengujian DNA terhadap bukti fisik yang ditemukan di lapangan.

Menurutnya, meskipun terdapat benda atau atribut yang diduga berkaitan dengan Echa, identitas jenazah belum dapat dipastikan hanya berdasarkan temuan tersebut. Hasil pemeriksaan laboratorium forensik menjadi bagian penting yang perlu ditunggu sebelum menarik kesimpulan.

“Walaupun ada benda-benda atau atribut seperti milik saudara Echa yang ditemukan, kita berharap dan menunggu hasil dari laboratorium forensik terhadap pemeriksaan post-mortem,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya kehati-hatian dalam menyikapi perkembangan kasus. Kepastian identitas, hasil pemeriksaan ilmiah, serta proses penyidikan harus menjadi dasar untuk memahami perkara ini, bukan dugaan yang berkembang di tengah masyarakat.

Bantuan yang diserahkan Arman memang tidak serta-merta menjawab pertanyaan besar yang masih menggantung di tengah keluarga Echa. Namun, kunjungan itu menjadi bentuk dukungan nyata bagi keluarga yang masih berjuang menghadapi ketidakpastian, sekaligus meneruskan amanah kepedulian yang disebutnya berasal dari almarhum Rachmat Gobel.

Di Desa Mekar Jaya, penantian itu masih berlanjut. Keluarga berharap proses hukum berjalan tuntas dan memberikan kejelasan atas peristiwa yang menimpa Echa.

Di tengah derasnya perhatian publik, pesan yang disampaikan Arman menjadi pengingat bahwa empati kepada keluarga harus tetap dijaga, sementara proses hukum perlu dihormati. Masyarakat berhak mengikuti perkembangan perkara, tetapi informasi yang disebarkan harus tetap berpijak pada fakta dan tidak berubah menjadi tuduhan tanpa bukti.

Kini, harapan keluarga tetap tertuju pada hasil pemeriksaan forensik dan perkembangan penyidikan. Kepastian yang mereka nantikan bukan sekadar jawaban atas sebuah kehilangan, melainkan juga bagian penting dari upaya mengungkap kebenaran melalui proses hukum yang profesional dan dapat dipertanggungjawabkan. (red/)
Tak-berjudul81-20250220065525