TK NEGERI MEKAR TELAGA LESTARIKAN TRADISI MAULID NABI LEWAT TOLANGGA BULOTU

Table of Contents

TELAGA – Taman Kanak-Kanak (TK) Negeri Mekar Telaga turut memeriahkan peringatan Do'a Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1448 Hijriah yang digelar di Masjid Nur-Madjid, Desa Hulawa, Kecamatan Telaga, Kabupaten Gorontalo, Sabtu (12/9/2026).

Keikutsertaan para siswa dalam tradisi keagamaan tersebut tidak sekadar menjadi bagian dari kemeriahan Maulid Nabi, tetapi juga menjadi sarana pendidikan bagi generasi sejak usia dini untuk mengenal sekaligus melestarikan kearifan lokal budaya Gorontalo.

Dipimpin langsung Kepala TK Negeri Mekar Telaga, Desy Mardianti Muchtar, S.Pd., M.Pd., sebanyak 52 siswa turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Salah satu yang menjadi perhatian adalah Tolangga berbentuk Bulotu atau perahu, yang telah dilabuhkan di halaman Masjid Nur-Madjid setelah melalui tiga kali pelayaran.

Tema Bulotu dipilih sebagai simbol yang memiliki keterkaitan erat dengan kehidupan masyarakat Gorontalo, khususnya profesi nelayan yang menjadi salah satu mata pencaharian masyarakat di daerah tersebut.

Kepala TK Negeri Mekar Telaga, Desy Mardianti Muchtar, mengatakan, penggunaan Bulotu sebagai tema Tolangga merupakan upaya pihak sekolah untuk memperkenalkan budaya dan tradisi lokal kepada anak-anak sejak usia dini.

“TK Negeri Mekar Telaga sedang mengusung tema Bulotu atau perahu, karena sebagian besar atau dominan pekerjaan yang ada di Gorontalo adalah profesi nelayan. Sehingga kami membuat Tolangga yang berbentuk Bulotu atau perahu sebagai hiasan Tolangga,” ujar Desy.

Menurutnya, Tolangga tersebut menjadi bagian dari perjalanan sekolah dalam mengikuti tradisi Maulid Nabi. Tahun ini merupakan pelayaran ketiga bagi Bulotu yang diusung TK Negeri Mekar Telaga.

“Untuk Tolangga ini sendiri, ini sebagai pelabuhan terakhir dari pelayaran ketiga Bulotu kami atau pelayaran ketiga dari perahu kami. Ini sudah tahun ketiga,” jelasnya.

Desy menegaskan, keterlibatan anak-anak dalam tradisi Maulid Nabi diharapkan dapat menanamkan kecintaan terhadap budaya daerah sekaligus menjaga nilai-nilai kearifan lokal agar tidak tergerus perkembangan zaman.

“Kami berharap anak-anak atau murid-murid kami bisa melestarikan kebudayaan atau mempertahankan nilai-nilai kearifan lokal mulai sejak usia dini. Karena seiring berjalannya waktu, tradisi ini sudah mulai bergeser, apalagi anak-anak remaja maupun yang sudah menginjak dewasa mulai melupakan tradisi ini dan tidak ikut terlibat bersama Takmirul Masjid dalam melaksanakan kegiatan Maulid Nabi,” ungkapnya.

Ia menilai, momentum Maulid Nabi yang hanya dilaksanakan setahun sekali menjadi kesempatan penting untuk mengenalkan tradisi tersebut kepada generasi muda.

“Kearifan lokal adalah sesuatu yang harus kita pertahankan dan pegang teguh sejak usia dini. Ada pepatah yang mengatakan, ke mana pun kita pergi, kita akan selalu kembali ke kampung halaman. Sejauh apa mata memandang, kita akan kembali ke pelukan orang tua,” tuturnya.

Menurut Desy, nilai tersebut perlu terus ditanamkan kepada anak-anak agar kebudayaan Gorontalo tidak hilang dan tetap menjadi bagian dari identitas generasi penerus.

Dalam kegiatan tersebut, Kepala TK Negeri Mekar Telaga turut didampingi para guru pendidik, yakni Ramlah Ayuba, Asma Maruwae, Eva Suryanti Mohamad, dan Nursila Tuna Salau. Sejumlah orang tua murid juga ikut serta mendampingi anak-anak dalam memeriahkan peringatan Maulid Nabi di Masjid Nur-Madjid.

Melalui keikutsertaan tersebut, TK Negeri Mekar Telaga menunjukkan bahwa pendidikan pelestarian budaya dapat dimulai dari lingkungan sekolah dan keluarga, dengan memperkenalkan tradisi lokal secara langsung kepada anak-anak sejak usia dini. (red/)
Tak-berjudul81-20250220065525