Tiga Fighter Warrior Lubuklinggau Bawa Pulang Emas di event Barbar Championship Bengkulu
BENGKULU – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan para fighter Warrior Lubuklinggau. Bertanding dalam event Barbar Championship Boxing yang digelar di lapangan parkir Balai Buntar, Bengkulu, tiga atlet asal Lubuklinggau sukses meraih medali emas.
Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa keterbatasan dukungan bukan alasan untuk berhenti berprestasi. Dengan semangat dan tekad yang kuat, para fighter Warrior Lubuklinggau tetap berangkat mengikuti pertandingan dan mampu menunjukkan kualitasnya di atas ring.
Dalam event yang diikuti para petinju dari berbagai daerah di Provinsi Bengkulu tersebut, Warrior Lubuklinggau menurunkan empat fighter, yakni Farhan di kelas 80 kilogram, Pedro di kelas 64 kilogram, Muhammad Vadli di kelas 60 kilogram, serta Muhammad Fariq di kelas 54 kilogram.
Dari empat fighter yang tampil, tiga berhasil membawa pulang medali emas, sementara Muhammad Fariq harus mengakui keunggulan lawannya dari Bengkulu setelah kalah tipis dalam pertandingan yang berlangsung ketat.
Salah satu penampilan paling mencuri perhatian datang dari Pedro yang turun di kelas 64 kilogram. Pedro tampil agresif sejak awal pertandingan dan berhasil menghentikan perlawanan lawannya melalui knockout (KO) dalam waktu kurang dari dua menit.
Kemenangan tersebut sekaligus menjadi gambaran kualitas dan hasil latihan keras yang selama ini dijalani para fighter Warrior Lubuklinggau.
Menariknya, perjuangan para atlet ini dilakukan tanpa dukungan KONI Kota Lubuklinggau, daerah asal mereka. Kondisi tersebut tidak menyurutkan langkah para fighter untuk tetap mengikuti kompetisi dan membawa nama Lubuklinggau ke luar daerah.
Bagi Warrior Lubuklinggau, keikutsertaan dalam kompetisi bukan hanya soal mengejar medali, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembinaan atlet dan pembuktian bahwa fighter daerah mampu bersaing apabila diberikan kesempatan dan pembinaan yang serius.
Head Coach Warrior Lubuklinggau, Coach Yayan, menyampaikan apresiasi atas perjuangan seluruh fighter yang telah bertanding maksimal.
Menurutnya, kemenangan tiga atlet merupakan hasil dari kerja keras, disiplin latihan, mental bertanding, serta keberanian para fighter untuk menghadapi lawan-lawannya di atas ring.
“Medali emas tentu menjadi kebanggaan, tetapi yang paling penting adalah keberanian mereka untuk bertanding, berjuang dan membawa nama Lubuklinggau. Bagi kami, ini adalah proses untuk terus melahirkan fighter-fighter berprestasi,” ujarnya.
Sementara itu, kekalahan tipis Muhammad Fariq tidak dianggap sebagai kegagalan. Pertandingan tersebut justru menjadi pengalaman berharga untuk meningkatkan kemampuan dan mental bertanding ke depannya.
Dengan torehan tiga medali emas dan satu kekalahan tipis, Warrior Lubuklinggau kembali menunjukkan bahwa potensi atlet bela diri di Kota Lubuklinggau sangat besar dan layak mendapatkan perhatian serta dukungan yang lebih serius.
Prestasi ini diharapkan menjadi motivasi bagi generasi muda Lubuklinggau untuk berani berlatih, berkompetisi, dan mengharumkan nama daerah melalui olahraga.
( Nasrullah )


