Soal Penggerebekan Sabung Ayam di Maleo, Yopi Latif Minta Polisi Tak Sudutkan Profesi Jurnalis
POHUWATO — Pimpinan Redaksi SpektrumIndonesia, Yopi Y. Latif, C.ILJ, meminta jajaran Kepolisian Resor (Polres) Pohuwato untuk tidak mengaitkan profesi wartawan dengan dugaan kebocoran informasi dalam penindakan kasus dugaan perjudian sabung ayam di Desa Maleo, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo, Sabtu (5/9/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan Yopi menyusul adanya narasi yang menurutnya berpotensi menyudutkan profesi jurnalis, khususnya terkait dugaan adanya informasi mengenai rencana penggerebekan yang lebih dulu diketahui oleh pihak tertentu.
Yopi menegaskan, keberadaan wartawan di lapangan maupun informasi yang disampaikan kepada publik merupakan bagian dari fungsi pers dalam menjalankan kontrol sosial dan menyajikan informasi kepada masyarakat.
Ia meminta pihak kepolisian tetap mengedepankan sikap objektif serta tidak menjadikan profesi wartawan sebagai pihak yang dipersalahkan apabila proses penindakan di lapangan belum berjalan sesuai harapan.
“Kami meminta Kapolres Pohuwato serta anggota di lapangan untuk bersikap objektif. Jangan melempar opini yang menyudutkan profesi kami saat penindakan tidak berjalan maksimal,” ujar Yopi dalam pernyataan resminya.
Menurut Yopi, jika terdapat dugaan pelanggaran hukum dalam kasus tersebut, maka hal itu sebaiknya ditangani berdasarkan bukti dan prosedur hukum yang berlaku, bukan melalui asumsi yang dapat menimbulkan persepsi negatif terhadap profesi tertentu.
Ia juga menegaskan bahwa wartawan memiliki tanggung jawab untuk melakukan peliputan dan menyampaikan informasi yang berkaitan dengan kepentingan publik secara profesional dan berimbang.
Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, pihak Polres Pohuwato belum memberikan keterangan resmi lanjutan terkait pernyataan maupun kritik yang disampaikan Yopi Latif.
Kasus dugaan perjudian sabung ayam di Desa Maleo tersebut masih menjadi perhatian publik, khususnya terkait sejauh mana proses penindakan dan penanganan hukum yang dilakukan aparat kepolisian. (red/)


