SDN 5 Talaga Jaya Juara Talaga Jaya Cup 2026, Bupati Sofyan Puhi Dorong Pembinaan Atlet Sejak Dini
Table of Contents
GORONTALO — Tim SDN 5 Talaga Jaya tampil sebagai jawara Turnamen Mini Soccer Talaga Jaya Cup 2026 setelah menundukkan SDN 1 Talaga Jaya dengan skor 2-1 pada partai final yang berlangsung di Lapangan Sepak Bola SDN 2 Talaga, Desa Luwoo, Kecamatan Talaga Jaya, Kabupaten Gorontalo, Sabtu (12/9/2026).
Turnamen yang diselenggarakan Gempar Luwoo Talaga Jaya tersebut diikuti delapan tim sekolah dasar (SD) se-Kecamatan Talaga Jaya. Pertandingan final berlangsung kompetitif dengan mempertemukan SDN 5 Talaga Jaya dan SDN 1 Talaga Jaya.
Laga dipimpin wasit utama Askab PSSI Provinsi Gorontalo, Santo Yusuf, sementara jalannya pertandingan dipandu oleh Ridwan Ahmad alias Mr. Robek sebagai pemandu/roperter pertandingan.
Setelah pertandingan memasuki penghujung babak kedua, tiupan panjang peluit wasit menandai berakhirnya laga. SDN 5 Talaga Jaya memastikan kemenangan dengan skor akhir 2-1 sekaligus mengamankan gelar juara Talaga Jaya Cup 2026.
Penutupan turnamen secara resmi dilakukan oleh Bupati Kabupaten Gorontalo, H. Sofyan Puhi, ST. Kegiatan tersebut turut dihadiri Anggota DPRD Kabupaten Gorontalo dari Partai Gerindra Ramsi Sondakh selaku sponsor penyelenggara pertandingan, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Gorontalo Fany Salamanya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Gorontalo Dr. Abd. Waris, S.Pd., M.Pd., Camat Talaga Jaya Ronal Mertiarto Abdi, M.Pd., Kapolsek Talaga Jaya Fredy Yasin, Ketua Panitia Safrin Musa, S.Pd., Kepala Desa Luwoo, Korwil Talaga Jaya Arifin Gani, S.Pd., serta para kepala SD se-Kecamatan Talaga Jaya.
Ketua panitia sekaligus pelatih SDN 5 Talaga Jaya, Safrin Musa, S.Pd., mengatakan keberhasilan timnya tidak semata-mata berorientasi pada kemenangan, tetapi juga menjadi bagian dari proses membangun solidaritas dan sportivitas anak-anak sejak usia dini.
"Alhamdulillah hari ini kami dari SDN 5 Talaga Jaya sudah berusaha semaksimal mungkin. Bahkan dalam kegiatan ini, jujur kami tidak mendahulukan tim, tapi kami membangun rasa solidaritas, rasa sportivitas agar kegiatan ini berjalan dengan lancar," ujar Safrin.
Menurutnya, turnamen tersebut juga menjadi momentum untuk melakukan penjaringan bibit-bibit muda yang memiliki potensi untuk dikembangkan lebih lanjut.
"Kami hanya mengambil bibit baru atau menyeleksi dari usia dini yang punya peluang di kemudian hari," tambahnya.
Safrin berharap pembinaan sepak bola usia dini dapat terus dilakukan secara berkelanjutan sehingga mampu membentuk karakter sekaligus melahirkan atlet-atlet potensial dari Kabupaten Gorontalo dan Provinsi Gorontalo.
"Untuk regenerasi ke depan, mudah-mudahan rasa sportivitas dan solidaritas terbangun sejak usia dini, membentuk karakter yang lebih baik dan menjadikan atlet-atlet Provinsi Gorontalo, terutama Kabupaten Gorontalo, menjadi lebih baik," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala SDN 5 Talaga Jaya, Yurni Thamrin Domili, S.Pd., berharap pengalaman yang diperoleh para siswa melalui kompetisi tersebut dapat menjadi bekal untuk mengembangkan kemampuan mereka ke jenjang berikutnya.
Ia mendorong para siswa agar semakin kreatif dan serius dalam melatih kemampuan, sehingga memiliki pengalaman serta kesiapan ketika melanjutkan pendidikan ke tingkat SMP.
Menurut Yurni, para siswa juga berpotensi mengikuti ajang GMSI yang akan dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Gorontalo hingga menuju kompetisi tingkat nasional.
"Harapan kami anak-anak ini bisa lebih kreatif lagi dalam melatih dirinya untuk lebih maju dari yang sekarang, sehingga mereka punya pengalaman ke jenjang berikutnya," ujarnya.
Ia menambahkan, pembinaan tersebut juga membutuhkan dukungan dan kerja sama dari orang tua siswa. Sebab, para pemain yang dibina SDN 5 Talaga Jaya merupakan bagian dari sekolah sepak bola yang berada di bawah naungan SDSB SDN 5 Talaga Jaya.
Kemenangan SDN 5 Talaga Jaya di Talaga Jaya Cup 2026 pun menjadi catatan penting bagi pembinaan olahraga usia dini di Kecamatan Talaga Jaya. Lebih dari sekadar perebutan gelar juara, turnamen tersebut menjadi ruang bagi anak-anak untuk belajar tentang kompetisi, sportivitas, kerja sama tim dan membangun mental bertanding sejak usia sekolah dasar. (red/)

