Nomor Wartawan Diduga Diblokir Kepala ULP PLN Nanga Pinoh

Table of Contents



MELAWI, KALBAR – Pasca pemberitaan terkait keluhan masyarakat terhadap pelayanan dan kinerja PLN ULP Nanga Pinoh, muncul persoalan baru. Seorang kontributor media Jejak Digital, Jonny Julianto, mengaku nomor kontak pribadinya diduga diblokir oleh Kepala ULP PLN Nanga Pinoh.

Jonny menilai tindakan tersebut berpotensi menghambat tugas jurnalistik, khususnya dalam melakukan konfirmasi dan klarifikasi kepada pihak terkait.

Menurut Jonny, pemblokiran diduga terjadi beberapa hari setelah dirinya memberitakan keluhan masyarakat Melawi terkait kondisi listrik yang tidak stabil serta kerusakan sejumlah peralatan elektronik milik warga.

"Saya meradang. Setelah berita tayang, nomor saya langsung diblokir oleh Kepala ULP PLN Nanga Pinoh. Padahal sebelumnya komunikasi untuk konfirmasi masih berjalan normal," kata Jonny kepada wartawan, Kamis (3/9/2026).

Ia menyebut, apabila benar terjadi pemblokiran, kondisi tersebut dapat menyulitkan wartawan dalam menjalankan tugas mencari, memperoleh, dan menyampaikan informasi kepada masyarakat.

"Kami hanya menjalankan tugas jurnalistik dan menyampaikan keluhan masyarakat. Seharusnya setiap persoalan bisa dikomunikasikan dan diklarifikasi secara terbuka," tegasnya.

Jonny berharap pihak PLN tetap membuka ruang komunikasi dengan insan pers, terutama ketika terdapat pemberitaan yang berkaitan dengan pelayanan publik.

Ketua PERIB Soroti Dugaan Pemblokiran

Ketua PERIB, Jefri Saragih, turut menyayangkan adanya dugaan pemblokiran terhadap nomor wartawan tersebut.

"PLN merupakan badan usaha milik negara yang memberikan pelayanan kepada masyarakat. Kalau ada kritik atau keluhan, sebaiknya dijawab dan diberikan penjelasan, bukan justru menutup akses komunikasi," ujarnya.

Ia berharap persoalan tersebut dapat diselesaikan melalui komunikasi yang baik antara pihak PLN dan insan pers.

PLN Belum Berikan Klarifikasi

Hingga berita ini diturunkan, Kepala ULP PLN Nanga Pinoh belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan pemblokiran nomor wartawan tersebut.

Upaya konfirmasi melalui pesan WhatsApp dan panggilan telepon disebut belum mendapatkan respons.

Redaksi tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi pihak PLN ULP Nanga Pinoh untuk memberikan penjelasan mengenai persoalan tersebut.

( Supardi ) 


Tak-berjudul81-20250220065525