Maulid Nabi di Masjid Al-Hijrah Lupoyo Digelar Tradisional, Warga Tiga Desa Kompak Hadir

Table of Contents

 


GORONTALO — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Masjid Al-Hijrah, Dusun II, Desa Lupoyo, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo, berlangsung secara tradisional dan penuh kebersamaan.

Kegiatan yang digelar pada Minggu (6/9/2026) tersebut dipimpin langsung oleh Imam Masjid Al-Hijrah, Suko Karim, dan diikuti jamaah serta masyarakat sekitar.

Sebanyak 13 peserta mengikuti doa Maulid, terdiri dari dua laki-laki dan 11 perempuan. Meski berlangsung sederhana, kegiatan tersebut mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat.

Kepala Desa Lupoyo, Arwin S. Hilala, turut hadir bersama Kepala Dusun II sekaligus Ketua Badan Takmirul Masjid Al-Hijrah, Ibrahim Yunus, jamaah masjid, serta masyarakat sekitar.

Ketua Badan Takmirul Masjid Al-Hijrah, Ibrahim Yunus, mengatakan pelaksanaan Maulid Nabi tahun ini tidak hanya mendapat dukungan dari warga Desa Lupoyo, tetapi juga masyarakat dari desa tetangga.

Menurutnya, jamaah dan masyarakat dari Desa Pantungo dan Desa Bulota turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Hal ini menunjukkan kuatnya semangat kebersamaan antarwarga di wilayah perbatasan desa.

“Alhamdulillah dengan dukungan masyarakat, bukan saja masyarakat Desa Lupoyo, tetapi juga sebagian masyarakat dari Desa Pantungo dan Desa Bulota, sehingga acara peringatan Doa Maulid Nabi Muhammad SAW dapat terselenggara dengan baik,” ujar Ibrahim Yunus.

Ia berharap kegiatan keagamaan tersebut dapat terus dilaksanakan dan ditingkatkan pada tahun-tahun mendatang dengan melibatkan lebih banyak masyarakat.

Sementara itu, Kepala Desa Lupoyo, Arwin S. Hilala, mengapresiasi antusiasme jamaah dan masyarakat dalam mendukung berbagai kegiatan keagamaan di Masjid Al-Hijrah.

“Alhamdulillah kegiatan peringatan Doa Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1448 Hijriah terlaksana dengan baik. Jamaah di Masjid Al-Hijrah memang memiliki antusiasme yang sangat tinggi, saling membantu dan mendukung setiap kegiatan,” kata Arwin.

Ia berharap peringatan Maulid Nabi ke depan dapat digelar lebih meriah dan semakin baik, tanpa meninggalkan nilai-nilai tradisi serta kebersamaan yang selama ini telah terjaga.

“Insyaallah ke depan lebih meriah dan lebih bagus lagi, sehingga ada perubahan dan peningkatan dibanding kegiatan tahun ini,” tuturnya.

Peringatan Maulid Nabi di Masjid Al-Hijrah tersebut menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus menjaga tradisi keagamaan dan semangat gotong royong masyarakat di tiga desa yang berada di kawasan sekitar Lupoyo. ( * ) 

Tak-berjudul81-20250220065525