Maulid Nabi 1448 H di Pantungo Digelar Tradisional, Warga Perkuat Silaturahmi
Gorontalo — Badan Takmirul Masjid Jami Sabilil Huda bersama jamaah dan masyarakat Desa Pantungo menggelar peringatan Doa Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah secara tradisional, Sabtu (5/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Masjid Jami Sabilil Huda, Dusun II, Desa Pantungo, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo, tersebut dipimpin langsung oleh Imam Masjid Jami Sabilil Huda, H. Udin Abas. Doa Maulid diikuti sebanyak 13 peserta, terdiri dari empat laki-laki dan sembilan perempuan.
Sejumlah unsur pemerintah desa dan masyarakat turut hadir dalam kegiatan tersebut. Di antaranya Kepala Desa Pantungo Sofyan Gani, S.E., Bhabinkamtibmas Desa Pantungo Aipda Noldy Abas, Kepala Dusun II Ridwan Mahadjani, serta Ketua Badan Takmirul Masjid Jami Sabilil Huda Salihun Ikano bersama jamaah dan masyarakat sekitar.
Ketua Badan Takmirul Masjid Jami Sabilil Huda, Salihun Ikano, mengatakan peringatan Maulid Nabi merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap tahun. Namun, menurutnya, momentum tahun ini memiliki makna khusus karena menjadi sarana untuk kembali mengenang kelahiran Nabi Muhammad SAW sekaligus memperkuat kebersamaan masyarakat.
“Alhamdulillah, perayaan ini memang sudah rutin setiap tahun dilaksanakan. Momen ini spesial karena kita memperingati kelahiran Nabi Besar Muhammad SAW,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi tingginya partisipasi masyarakat dalam mendukung pelaksanaan kegiatan. Dukungan tersebut, kata dia, menjadi bagian penting bagi Badan Takmirul Masjid dalam menyelenggarakan kegiatan keagamaan di lingkungan masyarakat.
“Alhamdulillah, kegiatan hari ini semakin meningkat dari tahun-tahun sebelumnya. Partisipasi masyarakat, dukungan maupun sumbangan pikiran sangat membantu kami dalam pelaksanaan kegiatan,” katanya.
Salihun berharap peringatan Maulid Nabi tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial untuk memperingati kelahiran Rasulullah SAW. Lebih dari itu, momentum tersebut diharapkan dapat menjadi pengingat bagi masyarakat untuk meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW, khususnya dalam menjaga persaudaraan dan mempererat tali silaturahmi.
“Harapannya, momentum ini bukan hanya untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW, tetapi juga menjadi pengingat untuk memperkuat dan mempererat persaudaraan serta tali silaturahmi. Hal itu telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW dan perlu kita teladani serta lestarikan,” pungkasnya.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Masjid Jami Sabilil Huda pun berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan, dengan semangat menjaga tradisi keagamaan sekaligus memperkuat hubungan sosial antarwarga. (red/)


