Massa Cipayung Plus Bakar Ban di Gerbang Pani Gold Mine, Desak Dialog soal Konflik Penambang Lokal
Table of Contents
POHUWATO, GORONTALO – Suasana di depan gerbang Pani Gold Mine (PGM) KM 0, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo, memanas pada Senin malam (21/9/2026). Massa aksi yang tergabung dalam Cipayung Plus membakar ban hingga menimbulkan asap hitam pekat di pintu masuk perusahaan.
Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes terhadap persoalan yang berkaitan dengan aktivitas Pani Gold Mine dan keberadaan masyarakat penambang lokal di sekitar lingkar tambang.
Pembakaran ban di depan gerbang perusahaan membuat situasi di lokasi aksi berlangsung tegang. Meski api masih menyala, massa tetap bertahan dan menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pihak PGM.
Salah satu tuntutan utama massa adalah meminta pimpinan tertinggi Pani Gold Mine turun langsung menemui mereka untuk menerima serta mengklarifikasi berbagai persoalan yang disuarakan dalam aksi tersebut.
Dalam orasinya, massa Cipayung Plus menyampaikan sejumlah tuntutan, di antaranya:
Pertama, meminta Pani Gold Mine tidak bersikap arogan. Massa menilai sikap perusahaan dalam menangani persoalan di lapangan berpotensi memicu konflik yang lebih besar antara perusahaan dan masyarakat penambang lokal.
Kedua, menolak penyelesaian secara sepihak. Massa mendesak agar setiap persoalan yang muncul di lapangan diselesaikan melalui dialog terbuka dan verifikasi langsung bersama masyarakat penambang.
Ketiga, menuntut transparansi perizinan. Cipayung Plus meminta Pani Gold Mine membuka informasi secara jelas mengenai status dan batas Izin Usaha Pertambangan (IUP) kepada publik.
Menurut massa, keterbukaan informasi mengenai wilayah perizinan menjadi salah satu hal penting untuk mencegah munculnya persoalan dan potensi konflik di sekitar kawasan tambang.
Selain persoalan pertambangan, massa aksi juga menyoroti kondisi pendidikan di wilayah sekitar tambang.
Mereka mempertanyakan terganggunya kegiatan belajar mengajar di SDN 04 Buntulia, yang berada di kawasan sekitar aktivitas pertambangan Pani Gold Mine.
Persoalan tersebut turut menjadi perhatian massa dalam menyampaikan tuntutan kepada pihak perusahaan agar berbagai dampak aktivitas tambang terhadap masyarakat, termasuk sektor pendidikan, mendapat perhatian dan penyelesaian.
Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat keterangan resmi dari pihak Pani Gold Mine terkait tuntutan massa aksi Cipayung Plus.
Media membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi pihak perusahaan guna menjaga keberimbangan pemberitaan. (red/)

