Kebakaran Lahan di Pegunungan Lombongo Berhasil Dipadamkan, Personel Gabungan Berjibaku hingga Tengah Malam

Table of Contents

BONE BOLANGO — Kebakaran lahan yang terjadi di kawasan pegunungan Desa Lombongo, Kecamatan Suwawa Tengah, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, berhasil dipadamkan setelah tim gabungan berjibaku menangani tiga titik api hingga Senin (14/9/2026) malam.

Kebakaran pertama kali diketahui warga sekitar pukul 12.15 WITA. Informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Bone Bolango.

Namun, kondisi medan yang berada di kawasan pegunungan dengan akses terbatas serta titik api yang terus meluas membuat proses pemadaman membutuhkan dukungan tambahan. Sekitar pukul 14.15 WITA, Damkar Kabupaten Bone Bolango meminta bantuan satu unit mobil Karhutla milik Direktorat Samapta Polda Gorontalo.

Sebanyak 37 personel Unit Pammat Dit Samapta Polda Gorontalo tiba di lokasi sekitar pukul 16.00 WITA. Setibanya di lokasi, personel langsung berkoordinasi dengan Polsek Suwawa, Polres Bone Bolango, TNI, Damkar, BPBD, PMI, Balai PU, pemerintah desa serta masyarakat setempat untuk melakukan pemadaman sekaligus pengamanan di sekitar lokasi.

Direktur Samapta Polda Gorontalo, KBP Satrya Perdana Panuntung Tarung Binti, S.I.K., menjelaskan bahwa proses pemadaman berlangsung cukup sulit. Petugas harus menghadapi tiga titik api yang berada di kawasan dengan medan terjal, termasuk area pinggir tebing gunung yang curam dan akses jalan yang sempit.

"Kondisinya cukup sulit karena kami harus menangani tiga titik api berbeda dengan medan pinggir tebing yang curam dan akses jalan sempit. Kondisi tersebut juga menghambat mobilitas kendaraan Rantis Karhutla maupun Damkar," jelas KBP Satrya.

Meski menghadapi berbagai kendala, petugas berhasil mengendalikan api secara bertahap. Titik api pertama berhasil dipadamkan sekitar pukul 18.45 WITA, disusul titik kedua pada pukul 20.15 WITA. Tim kemudian melanjutkan penanganan pada titik api ketiga hingga akhirnya seluruh kobaran api berhasil dipadamkan sekitar pukul 23.15 WITA.

"Lahan yang terbakar merupakan kawasan di atas gunung yang ditumbuhi pohon jati, rumpun bambu, rumput liar dan dedaunan kering. Berkat kesigapan seluruh tim, api tidak sampai merambat ke permukiman warga yang berada di sekitar lokasi," kata Satrya.

Setelah seluruh titik api dinyatakan padam, tim gabungan tidak langsung meninggalkan lokasi. Proses pendinginan dan pemeriksaan akhir tetap dilakukan hingga sekitar pukul 00.00 WITA untuk memastikan tidak terdapat bara api yang berpotensi kembali memicu kebakaran.

Operasi pemadaman tersebut melibatkan lebih dari 90 personel gabungan. Mereka terdiri dari 37 personel Dit Samapta Polda Gorontalo, 25 personel Polres Bone Bolango, 4 personel Polsek Suwawa, 12 personel Damkar, 6 personel TNI, serta unsur PMI, BPBD, Balai PU, aparat desa dan masyarakat sekitar.

Sejumlah sarana juga dikerahkan dalam penanganan kebakaran, di antaranya satu unit Rantis Karhutla, satu unit AWC, satu unit Truk Dalmas, satu unit D-Max Dit Samapta, satu unit D-Max Polsek, satu unit kendaraan Damkar serta tiga unit mobil tangki air dari PMI, BPBD dan Kementerian PU.

Seluruh rangkaian penanganan kebakaran berlangsung aman dan lancar. Kolaborasi lintas instansi tersebut menjadi bagian dari upaya bersama untuk mencegah kebakaran meluas dan melindungi permukiman warga di sekitar kawasan terdampak.

"Terima kasih kepada seluruh tim gabungan. Ini merupakan bukti nyata Polri hadir dan solid bersama instansi terkait dalam membantu masyarakat," tutup alumni Akpol 2000 tersebut. (red/)
Tak-berjudul81-20250220065525