Karhutla Jadi Perhatian, Batalyon B Pelopor Siap Bergerak Cepat
Table of Contents
LUBUKLINGGAU – Mengantisipasi meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah musim kemarau, Satbrimob Polda Sumatera Selatan Batalyon B Pelopor memperkuat kesiapsiagaan personel dan peralatan melalui Apel Siaga di Mako Batalyon B Pelopor, Jalan Lintas Sumatera, Kelurahan Petanang Ulu, Kecamatan Lubuklinggau Utara I, Kota Lubuklinggau, Sabtu (26/9/2026).
Langkah tersebut dilakukan menyusul tingginya kejadian karhutla di Kota Lubuklinggau. Berdasarkan data DPKPPB Kota Lubuklinggau yang diberitakan pada pertengahan September, tercatat 57 kejadian karhutla sejak Mei 2026, dengan 35 kejadian terjadi sepanjang September hingga 15 September. Luasan lahan yang terdampak diperkirakan mencapai sekitar 20 hingga 23 hektare.
Kondisi tersebut menjadi perhatian Batalyon B Pelopor untuk memastikan personel dan sarana pendukung selalu dalam keadaan siap apabila sewaktu-waktu dibutuhkan dalam penanganan karhutla maupun kondisi darurat lainnya.
Dalam apel siaga, personel melakukan pengecekan kekuatan pasukan, kendaraan operasional, peralatan pemadaman dan perlengkapan pendukung lainnya. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan seluruh peralatan dapat digunakan secara cepat dan optimal ketika personel digerakkan ke lokasi kejadian.
Komandan Batalyon B Pelopor AKBP Andiyano, S.K.M., M.H., mengatakan kesiapsiagaan merupakan langkah penting dalam menghadapi kondisi kemarau yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran.
“Melihat kondisi saat ini, kewaspadaan harus terus ditingkatkan. Kami memastikan personel dan peralatan dalam kondisi siap sehingga ketika terjadi karhutla atau keadaan darurat lainnya, kami dapat bergerak cepat, tepat dan tetap mengutamakan keselamatan masyarakat maupun personel,” ujar AKBP Andiyano, S.K.M., M.H.,
Ia juga mengingatkan personel untuk meningkatkan pemantauan terhadap wilayah yang berpotensi terjadi kebakaran serta mengedepankan langkah pencegahan dan edukasi kepada masyarakat.
“Penanganan karhutla bukan hanya soal memadamkan api, tetapi juga bagaimana mencegah agar kebakaran tidak meluas. Karena itu, sinergi dengan masyarakat dan seluruh pihak sangat diperlukan,” tambahnya.
Sebelumnya, sejumlah kejadian karhutla juga terjadi di wilayah Lubuklinggau, termasuk kawasan Bukit Sulap yang sempat terbakar pada 8–10 September 2026. Petugas gabungan kemudian melakukan pemadaman dan pemantauan untuk memastikan tidak kembali muncul titik api.
Melalui Apel Siaga ini, Satbrimob Polda Sumsel Batalyon B Pelopor menegaskan komitmennya untuk selalu siap memberikan respons cepat dalam setiap kondisi darurat, sekaligus mendukung upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla demi menjaga keselamatan masyarakat serta lingkungan di Kota Lubuklinggau.
( Nasrullah )

