Doa Maulid Nabi di Masjid Nur-Madjid Hulawa, Rawat Tradisi dan Semangat Cinta Rasul

Table of Contents

TELAGA, GORONTALO — Peringatan Doa Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1448 Hijriah di Masjid Nur-Madjid, Dusun III Desa Hulawa, Kecamatan Telaga, Kabupaten Gorontalo, berlangsung khidmat dengan tetap mempertahankan tradisi masyarakat setempat.

Kegiatan yang dilaksanakan secara tradisional pada 29 Rabiul Awal 1448 Hijriah (Sabtu, 12/9/2026 Masehi), tersebut diselenggarakan oleh Badan Takmirul Masjid Nur-Madjid bekerja sama dengan Pemerintah Desa Hulawa, jamaah masjid, serta masyarakat sekitar.

Doa Maulid dipimpin langsung oleh Imam Wilayah Luhu-Hulawa dan diikuti sebanyak 19 peserta pezikir, terdiri dari 10 laki-laki dan 9 perempuan. Sejumlah unsur pemerintah desa, pengurus masjid, jamaah, serta masyarakat turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Hadir dalam kegiatan itu Sekretaris Desa Hulawa Gusti Huda, Kepala Dusun III Etan Tomayahu, Imam Wilayah, Daud Halukoy, Ketua Badan Takmirul Masjid Nur-Madjid H. Yayan Palowa, S.Sos.I., Ketua Panitia Pelaksana yang juga Koordinator Badan Takmirul Masjid Nur-Madjid Mohamad Denhar Rudsy, serta jamaah dan masyarakat sekitar.

Sekretaris Desa Hulawa, Gusti Huda, menyampaikan rasa syukur karena seluruh rangkaian pelaksanaan Doa Maulid Nabi Muhammad SAW dapat berjalan dengan lancar.

“Alhamdulillah, pelaksanaan Doa Maulid Nabi di Masjid Nur-Madjid Dusun III Desa Hulawa berjalan dengan lancar dan baik. Para ahlul pezikir dan masyarakat sekitar masjid sejak tadi malam hingga pagi hari ini dalam keadaan sehat walafiat dan dapat melaksanakan tugas dengan baik,” ujar Gusti Huda.

Ia berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi terus berkembang dengan semakin banyaknya masyarakat yang terlibat.

“Insyaallah dalam kegiatan Doa Maulid Nabi ini kita mendapatkan keberkahan dari Allah SWT. Momentum ini diharapkan pada tahun-tahun berikutnya semakin bertambah para pezikir, dukungan dan sumbangan dari masyarakat, tenaga pendidik maupun lembaga lainnya, sehingga bersama-sama dapat meningkatkan pelaksanaan Doa Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Nur-Madjid,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Badan Takmirul Masjid Nur-Madjid, H. Yayan Palowa, S.Sos.I., mengatakan bahwa pelaksanaan Doa Maulid secara tradisional di penghujung bulan Rabiul Awal tersebut merupakan bentuk ikhtiar masyarakat dalam menjaga tradisi sekaligus menumbuhkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.

“Alhamdulillah kegiatan Doa Maulid Nabi Besar Muhammad SAW di Masjid Nur-Madjid dilaksanakan secara tradisional dan pada 29 Rabiul Awal ini telah terlaksana dengan baik,” kata H. Yayan.

Menurutnya, keberhasilan kegiatan tersebut tidak terlepas dari kerja sama antara pemerintah desa, jamaah masjid, lembaga pendidikan, serta kalangan akademisi yang berada di sekitar masjid.

Ia menyebut sejumlah lembaga pendidikan, mulai dari TK, SD hingga SMK, turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

“Partisipasi ini tentunya sebagai bentuk kepedulian dan dorongan untuk mengambil hikmah dari Doa Maulid Nabi itu sendiri, yakni menumbuhkan cinta kita kepada Nabi Besar Muhammad SAW dengan memberikan puji-pujian, doa dan salawat, serta meneladani sikap Rasulullah dan memperdalam ilmu ajaran agama yang dibawa beliau,” jelasnya.

H. Yayan menambahkan, semangat kebersamaan dan solidaritas jamaah dalam pelaksanaan kegiatan tahun ini menjadi hal yang patut disyukuri.

“Insyaallah solidaritas semua jamaah semakin meningkat. Ini adalah potret kecil dari rezeki yang telah kita terima dan sebagian telah disalurkan melalui kegiatan Doa Maulid Nabi di Masjid Nur-Madjid ini,” pungkasnya.

Pelaksanaan Doa Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut diharapkan menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi, memperkuat kepedulian sosial, sekaligus menjaga warisan tradisi keagamaan masyarakat agar tetap hidup dan diteruskan kepada generasi berikutnya. (red/)
Tak-berjudul81-20250220065525