Dari Perjuangan ke Pengabdian, Arman Naway Sampaikan Selamat HUT ke-78 Polwan: Srikandi Polri Tak Pernah Berhenti Mengabdi
BOALEMO — Ada sejarah panjang yang mengiringi langkah Polisi Wanita (Polwan) Indonesia. Di balik seragam yang dikenakan, tersimpan kisah perjuangan, keteguhan hati dan pengabdian yang tak selalu terlihat oleh mata.
Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-78 Polisi Wanita Republik Indonesia yang jatuh pada 1 September 2026, Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Boalemo, Arman Naway, S.H., menyampaikan ucapan selamat dan penghormatan kepada seluruh Polwan Indonesia.
Ucapan tersebut disampaikan Arman Naway sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi para srikandi Polri yang selama puluhan tahun telah mengambil bagian penting dalam menjaga keamanan, memberikan perlindungan serta menghadirkan pelayanan kepada masyarakat.
“Selamat Hari Ulang Tahun ke-78 Polisi Wanita Republik Indonesia. Semoga seluruh Polwan senantiasa diberikan kekuatan, keteguhan dan kesehatan dalam menjalankan tugas serta pengabdian kepada masyarakat, bangsa dan negara,” ujar Arman Naway, Selasa (1/9/2026).
Bagi Arman, perjalanan Polwan bukan sekadar catatan usia sebuah institusi. Ada perjuangan panjang yang menjadi fondasi lahirnya perempuan-perempuan tangguh di tubuh Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Sejarah mencatat, pada 1 September 1948, enam perempuan secara resmi mengikuti pendidikan kepolisian di Bukittinggi. Momentum tersebut kemudian menjadi tonggak lahirnya Polisi Wanita di Indonesia. Bahkan dalam perjalanan sejarahnya, para perintis Polwan turut menghadapi situasi perjuangan bangsa ketika agresi militer Belanda terjadi.
Dari enam perempuan perintis itu, lahirlah generasi demi generasi Polwan yang terus mengukir pengabdian. Dari menangani persoalan perempuan dan anak, memberikan pelayanan kepada masyarakat, hingga menjalankan berbagai tugas kepolisian lainnya, peran Polwan terus berkembang seiring tuntutan zaman.
“Polwan adalah sosok perempuan yang tidak hanya berdiri di balik seragam dan pangkat, tetapi juga hadir dengan ketegasan, keberanian, ketulusan dan sisi kemanusiaan dalam menjalankan tugas,” kata Arman.
Ia berharap momentum HUT ke-78 Polwan tidak berhenti sebagai seremoni tahunan. Peringatan tersebut harus menjadi pengingat bahwa setiap langkah pengabdian yang dilakukan para Polwan memiliki arti bagi masyarakat.
Di tengah tantangan tugas kepolisian yang semakin kompleks, Polwan dituntut untuk tetap profesional, berintegritas dan humanis. Ketegasan dalam menegakkan hukum harus berjalan beriringan dengan kemampuan menghadirkan rasa aman dan keadilan bagi masyarakat.
“Semoga Polwan Indonesia semakin profesional, semakin kuat, semakin humanis dan terus menjadi sosok yang membanggakan institusi Polri serta bangsa Indonesia,” tutur Arman.
Di balik setiap seragam yang dikenakan, ada keberanian.
Di balik setiap tugas yang dijalankan, ada pengorbanan.
Dan di balik setiap pengabdian, ada perempuan-perempuan tangguh yang memilih berdiri untuk negeri.
Polwan bukan hanya bagian dari sejarah Kepolisian Indonesia. Polwan adalah bagian dari perjalanan bangsa dalam menjaga, melindungi dan melayani masyarakat. (red/)


