Bulog Lubuklinggau Jamin Stok Beras Aman hingga Akhir Tahun 2026.

Table of Contents

LUBUKLINGGAU – Kepala Bulog Lubuklinggau, Mukhlis Affandi, memastikan stok beras untuk tiga wilayah, yakni Kota Lubuklinggau, Kabupaten Musi Rawas, dan Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), dalam kondisi aman hingga akhir tahun 2026.

Mukhlis mengatakan, ketersediaan stok beras di Sumatera Selatan (Sumsel) saat ini mencukupi untuk memenuhi kebutuhan hingga 10 bulan ke depan.

"Sebenarnya stok kita aman. Karena memang stok secara Sumsel itu cukup untuk 10 bulan ke depan. Memang posisi sekarang stok ini sebagian masih ada di Kanwil. Tapi insya Allah untuk stok Lubuklinggau, Musi Rawas, dan Muratara aman," kata Mukhlis Affandi, Kamis (24/9/2026).

Menurutnya, stok beras yang tersedia saat ini mampu memenuhi kebutuhan penyaluran rutin selama rata-rata tiga bulan ke depan.
Dalam penyaluran beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), Kota Lubuklinggau menjadi wilayah dengan jumlah penyaluran terbanyak, disusul Kabupaten Musi Rawas dan Kabupaten Muratara.

Sementara itu, untuk penyaluran bantuan pangan selama Juli hingga September 2026, Kabupaten Musi Rawas menjadi wilayah dengan jumlah penyaluran terbesar, yakni mencapai 2.100 ton.

Mukhlis juga mengungkapkan bahwa musim kemarau yang terjadi saat ini belum berdampak terhadap hasil panen petani di Kabupaten Musi Rawas. Hal ini karena musim kemarau bertepatan dengan masa jeda tanam.

Ia menjelaskan, dengan dukungan sistem irigasi yang tersedia di Kabupaten Musi Rawas, pihaknya optimistis panen besar dapat kembali berlangsung pada November hingga Desember 2026.

"Sebenarnya dengan irigasi yang ada di Musi Rawas, alhamdulillah, insya Allah kalau hujan ini masih berjalan, kita di bulan November dan Desember bakal ada panen besar lagi yang bisa kita optimalkan penyerapannya," jelasnya.

Mukhlis menambahkan, kondisi serupa juga terjadi pada tahun sebelumnya. Pada September, penyerapan beras relatif minim karena petani memasuki masa jeda tanam dan persiapan tanam. Sementara itu, masa panen berlangsung pada November hingga Desember.
Ia berharap curah hujan tetap terjaga sehingga petani terhindar dari risiko gagal panen.

"Karena di tahun lalu juga penyerapan bulan September itu minim, karena masa jeda tanam dan masa tanam. Jadi, masa panennya itu di antara November dan Desember. Insya Allah kalau hujan ini masih terus berjalan, harapan kami tidak ada gagal panen di masyarakat," ungkapnya.

Dengan kondisi tersebut, Bulog Lubuklinggau berharap penyerapan hasil panen petani di Kabupaten Musi Rawas dapat meningkat dan mencapai target 3.000 ton hingga akhir Desember 2026.


"Harapan untuk di bulan Desember nanti tembus 3.000 ton untuk di akhir tahun ini," pungkasnya.
Perjelas perbedaan stok dan penyaluran
Ringkas kutipan yang berulang
Samakan istilah wilayah Muratara. 


         ( Nasrullah ) 

Tak-berjudul81-20250220065525