BBM Antre, Gas Sulit, Listrik Padam Bergilir — JPKP DPD Gowa Sulsel: Rakyat Tidak Minta Alasan, Rakyat Minta Solusi

Table of Contents
 
GOWA — Kondisi pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat kembali menjadi sorotan. Antrean panjang Bahan Bakar Minyak (BBM) di sejumlah SPBU, kelangkaan gas bersubsidi, serta pemadaman listrik bergilir yang terus berulang membuat beban yang ditanggung rakyat semakin berat.
 
Di tengah situasi ini, rakyat kembali diminta untuk memahami keadaan. Namun bagi Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan (JPKP) DPD Gowa, permintaan tersebut dirasa tidak cukup.
 
"Rakyat sudah terlalu lelah diminta memahami keadaan. Yang rakyat butuhkan bukan alasan, melainkan solusi nyata dan pertanggungjawaban dari pihak-pihak yang bertanggung jawab," tegas Ketua JPKP DPD Gowa Sulsel, Yemi Mekang Tulak.
 
Menurut JPKP, persoalan BBM, gas, dan listrik bukan sekadar gangguan teknis sesaat, melainkan menyangkut hajat hidup orang banyak. Antrean BBM yang panjang, sulitnya memperoleh gas bersubsidi, serta listrik yang sering padam bergilir berdampak langsung pada aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga kebutuhan rumah tangga sehari-hari masyarakat.
 
Karena itu, Ketua JPKP DPD Gowa menyatakan pihaknya siap melakukan pengawasan ketat, mulai dari dugaan penimbunan, pengurangan takaran, hingga permainan harga yang merugikan konsumen.
 
"Ini bukan ancaman. Ini adalah bentuk tanggung jawab kami kepada rakyat. SPBU yang bermain-main akan kami laporkan dan kami dorong agar ditindaklanjuti sesuai dengan peraturan yang berlaku," lanjutnya.
 
Ketua JPKP DPD Gowa juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut aktif mengawasi dan melaporkan setiap bentuk kecurangan yang terjadi di lapangan. Pengawasan bersama dinilai menjadi kunci agar hak-hak rakyat tidak terus-menerus dikorbankan.
 
"Kami hadir untuk rakyat, bukan untuk diam. Awasi, laporkan, tindak," pungkasnya.*

( Ahmad Latif )
Tak-berjudul81-20250220065525