Batalyon B Pelopor Asah Kesiapan Personel melalui Latihan Detasemen 45 Anti Anarkis

Table of Contents

LUBUKLINGGAU — Satuan Brimob Polda Sumatera Selatan Batalyon B Pelopor terus meningkatkan kesiapan dan kemampuan personel dalam menghadapi berbagai situasi yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.

Upaya tersebut dilakukan melalui latihan rangkaian materi Detasemen 45 Anti Anarkis yang dilaksanakan usai apel pagi di Mako Batalyon B Pelopor, Jalan Lintas Sumatera, Kelurahan Petanang Ulu, Kecamatan Lubuklinggau Utara I, Kota Lubuklinggau, Senin (21/09/2026).

Latihan dipimpin oleh Danton 4 Kompi 1 Batalyon B Pelopor, Ipda Didik Hariyanto, S.H., bersama personel Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Sumsel.

Dalam latihan tersebut, personel diberikan pemahaman dan praktik mengenai tahapan penanganan massa yang melakukan tindakan anarkis. Seluruh rangkaian latihan dilaksanakan dengan mengacu pada prosedur dan ketentuan yang berlaku.

Ipda Didik Hariyanto, S.H., mengatakan latihan secara rutin menjadi bagian penting dalam menjaga kemampuan personel agar tetap siap menghadapi berbagai kemungkinan di lapangan.

“Latihan ini dilaksanakan untuk meningkatkan kemampuan dan kesiapan personel dalam menghadapi situasi anarkis. Melalui latihan dengan skenario yang disesuaikan dengan kondisi di lapangan, personel diharapkan mampu bertindak secara tepat, terukur dan sesuai prosedur,” ujarnya.

Sementara itu, Danyon B Pelopor Satbrimob Polda Sumsel AKBP Andiyano, S.K.M., M.H., menjelaskan bahwa kemampuan personel harus terus diasah, khususnya dalam menghadapi aksi unjuk rasa yang berpotensi berkembang menjadi tindakan anarkis.

Menurutnya, materi latihan disesuaikan dengan perkembangan situasi serta materi terbaru dari Korbrimob Polri, sehingga personel memiliki kesiapan dalam menghadapi dinamika tugas di lapangan.

“Latihan ini penting untuk memastikan setiap personel memahami tahapan dan prosedur dalam menghadapi berbagai situasi. Penanganan aksi unjuk rasa harus dilakukan secara profesional, terukur dan tetap mengedepankan pendekatan humanis sesuai SOP yang berlaku,” jelasnya.

Andiyano, S.K.M., M.H., menambahkan, peningkatan kemampuan personel juga didukung dengan adanya anggota yang telah mengikuti pendidikan pengembangan PKSSH (Penyelesaian Konflik Sosial Secara Humanis) di Pusdik Brimob Watukosek, Jawa Timur.

“Ilmu dan pengalaman yang diperoleh dari pendidikan tersebut kemudian diteruskan kepada personel lainnya melalui latihan internal. Dengan demikian, kemampuan yang dimiliki dapat diterapkan secara bersama dalam pelaksanaan tugas,” pungkasnya.

Latihan Detasemen 45 Anti Anarkis ini menjadi bagian dari upaya Batalyon B Pelopor dalam menjaga kesiapan personel, sehingga mampu menghadapi berbagai dinamika keamanan di lapangan secara profesional, disiplin, terukur dan tetap mengedepankan sikap humanis.




        ( Nasrullah ) 
Tak-berjudul81-20250220065525