Usai Reses di Mutiara, Arman Naway Langsung Tinjau SDN 5 Paguyaman yang Dipenuhi Jendela Rusak

Table of Contents

 


BOALEMO – Anggota DPRD Kabupaten Boalemo, Arman Naway, S.H., memanfaatkan masa reses sidang kedua untuk menyerap aspirasi masyarakat sekaligus melihat langsung kondisi fasilitas pendidikan di Kecamatan Paguyaman, Kabupaten Boalemo, Gorontalo.

Kegiatan reses berlangsung di Desa Mutiara, Kecamatan Paguyaman, Jumat (14/8/2026). Dalam kesempatan tersebut, Arman Naway juga menyerahkan alat permainan edukatif (APE) untuk sekolah taman kanak-kanak (TK) di Desa Mutiara.

Namun, di tengah agenda reses, muncul aspirasi dari masyarakat terkait kondisi SDN 5 Paguyaman yang dinilai membutuhkan perhatian serius. Tokoh masyarakat, Kisman Ilato, menyampaikan adanya sejumlah fasilitas sekolah yang mulai mengalami kerusakan, terutama pada bagian jendela dan plafon.

Merespons laporan tersebut, Arman Naway bersama tim tidak menunggu lama. Usai melaksanakan reses, dirinya langsung mendatangi SDN 5 Paguyaman untuk melihat kondisi sekolah secara langsung. Peninjauan tersebut turut didampingi Kisman Ilato dan sejumlah guru SDN 5 Paguyaman.

Dari hasil peninjauan, Arman menemukan sejumlah bagian jendela ruang kelas yang kondisinya sudah lapuk. Bahkan, beberapa daun jendela dilaporkan telah terlepas dan jatuh karena materialnya sudah tidak lagi kokoh.

“Memang setelah saya mengecek beberapa sarana infrastruktur, saya lihat sudah mulai lapuk dan rusak. Bahkan sebagian daun jendela sudah jatuh,” ujar Arman.

Menurutnya, kondisi tersebut tidak cukup jika hanya ditangani dengan mengganti satu atau dua jendela yang rusak. Sebab, sebagian besar jendela di ruang-ruang kelas juga menunjukkan kondisi yang sudah rapuh akibat usia bangunan dan material yang telah digunakan selama puluhan tahun.

“Kalau hanya satu dua jendela yang diganti, saya kira tahun-tahun berikutnya akan ada lagi yang jatuh. Rata-rata hampir semua ruang kelas ada dua sampai tiga daun jendela yang jatuh,” katanya.

Arman yang duduk sebagai Wakil Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Boalemo, bidang yang salah satunya berkaitan dengan pendidikan, menilai kondisi tersebut perlu mendapat perhatian pemerintah daerah, khususnya instansi terkait.

Ia juga mengingatkan adanya potensi risiko keselamatan bagi siswa maupun guru apabila kerusakan jendela tidak segera ditangani. Sejumlah kaca dan bagian jendela yang sudah miring dan lapuk dinilai dapat membahayakan apabila tersentuh atau terjatuh.

“Kalau saya lihat, beberapa kaca sudah miring. Takutnya ketika anak-anak menyentuh, kemudian jatuh. Itu cukup berbahaya bagi peserta didik,” tegasnya.

Selain aspek keselamatan, Arman menilai kerusakan jendela juga berkaitan dengan keamanan ruang kelas. Jendela yang sudah rusak dan terbuka berpotensi membuat ruang kelas tidak terlindungi secara maksimal, terutama di luar jam pelajaran.

Karena itu, Arman menyatakan akan mengkomunikasikan kondisi tersebut dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Boalemo untuk mencari langkah penanganan. Apalagi, saat ini pemerintah daerah sedang berada dalam tahapan pembahasan anggaran.

“Saya coba komunikasikan dengan dinas terkait, dalam hal ini Dinas Pendidikan. Kebetulan kita dalam rangka membahas anggaran, sehingga akan saya koordinasikan apakah ini bisa ada langkah selanjutnya,” jelasnya.

Sementara itu, tokoh masyarakat Kisman Ilato mengungkapkan bahwa kondisi sejumlah fasilitas SDN 5 Paguyaman tersebut telah menjadi perhatian masyarakat. Ia menyebut terdapat beberapa jendela yang sudah copot dari tempatnya, sementara sejumlah bagian lainnya telah mengalami kerusakan karena material kayu yang lapuk.

Menurut Kisman, terdapat sekitar enam hingga tujuh jendela yang sudah terlepas atau mengalami kerusakan cukup parah.

Ia juga menyampaikan bahwa berdasarkan informasi dari pihak sekolah, pernah ada seorang siswa yang mengalami insiden terjatuh melalui bagian jendela belakang sekolah.

“Kami sangat berharap ini bisa menjadi prioritas untuk diperbaiki. Melihat kondisi anak-anak sekarang, kita tentu tidak bisa mengawasi mereka seratus persen. Yang kami khawatirkan adalah adanya hal-hal yang tidak diinginkan terjadi pada peserta didik,” ungkap Kisman.

Selain jendela, masyarakat juga berharap pemerintah memberikan perhatian terhadap pagar sekolah yang dinilai sudah tidak layak dan membutuhkan pembenahan.

Kisman menyebut, pada beberapa tahun sebelumnya sekolah tersebut memang pernah mendapatkan pekerjaan rehabilitasi, namun menurutnya penanganan terhadap bagian jendela belum dilakukan secara menyeluruh.

Kunjungan langsung Arman Naway ke SDN 5 Paguyaman tersebut pun menjadi bagian dari tindak lanjut aspirasi masyarakat yang disampaikan saat reses.

Dengan melihat langsung kondisi di lapangan, Arman memastikan persoalan tersebut akan dibawa ke dalam komunikasi bersama pihak terkait agar kebutuhan perbaikan sarana pendidikan, terutama yang menyangkut keselamatan dan keamanan peserta didik, dapat memperoleh perhatian pemerintah daerah. (red/)

Tak-berjudul81-20250220065525