Tari Dana-Dana RSIB Sabet Juara I Lomba Tingkat OPD Boalemo

Table of Contents

 


BOALEMO — Penampilan memukau perwakilan Rumah Sakit Umum Daerah Iwan Bokings (RSIB) berhasil mengantarkan tim Tari Tradisional Dana-Dana meraih Juara I dalam final lomba tari tradisional tingkat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) se-Kabupaten Boalemo.

Final lomba tersebut berlangsung meriah di Pendopo Kantor Bupati Boalemo, Kecamatan Tilamuta, Sabtu (15/8/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Boalemo dan diikuti oleh peserta dari berbagai instansi pemerintah daerah di Kabupaten Boalemo.

Tim RSIB berhasil mengungguli peserta dari berbagai instansi pemerintah daerah yang turut ambil bagian dalam ajang pelestarian seni dan budaya Gorontalo tersebut.

Menariknya, prestasi tersebut diraih tim RSIB dengan waktu persiapan yang sangat singkat. Para peserta hanya menjalani latihan selama tiga hari di RSIB, yang dilakukan di sela-sela kesibukan mereka menjalankan tugas dan memberikan pelayanan kepada pasien.

Setelah menjalani latihan di lingkungan rumah sakit, tim kemudian mengikuti karantina selama tujuh hari untuk mematangkan gerakan, kekompakan, koreografi dan kesiapan menghadapi perlombaan. Dengan waktu persiapan yang terbatas tersebut, para peserta dituntut mampu membagi waktu antara tanggung jawab sebagai tenaga pelayanan kesehatan dan persiapan menghadapi kompetisi.

Tari Dana-Dana merupakan salah satu tarian tradisional Gorontalo yang menggambarkan keceriaan, kebersamaan dan keakraban dalam kehidupan masyarakat. Gerakan yang dinamis juga mencerminkan nilai-nilai sosial, sopan santun serta keharmonisan yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Dalam perlombaan tersebut, RSIB keluar sebagai Juara I, disusul Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) sebagai Juara II, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Juara III, Dinas Kumperindag Juara IV, serta Sekretariat Daerah (Setda) Juara V.

Keberhasilan tersebut tidak lepas dari kekompakan para penari, koreografer, penata rias serta tim produksi yang mempersiapkan penampilan secara matang, meskipun harus berpacu dengan waktu di tengah kesibukan pelayanan rumah sakit.

Adapun delapan penari yang membawa nama RSIB dalam ajang tersebut yakni Rafli Dahiba, Gilang Hiola, Astiyani Yatuna, Kelvin Thalib, Sintya Uli, Alysa Karim, Alis Latif dan Abelia Djafar.

Sementara itu, koreografi ditangani Feri Fadli Pomontolo, S.Pd., M.Sn., dengan Kamil Yusuf sebagai asisten koreografer. Penata rias dipercayakan kepada Alfadila Du’a, A.Md.Kes., sedangkan tim produksi berasal dari Sanggar Makuta.

Direktur RSIB dr. Hendra, Sp.Rad(K)RI, M.M. menyampaikan apresiasi atas kerja keras seluruh tim yang telah membawa nama RSIB meraih prestasi dalam ajang tersebut. Menurutnya, keberhasilan ini merupakan hasil dari kekompakan, disiplin dan kesungguhan seluruh anggota tim dalam mempersiapkan penampilan.

“Prestasi ini tentu menjadi kebanggaan bagi keluarga besar RSIB. Kami memberikan apresiasi kepada seluruh peserta dan tim yang telah berlatih serta memberikan penampilan terbaik. Semoga keberhasilan ini semakin menumbuhkan semangat untuk melestarikan budaya Gorontalo,” ujar dr. Hendra.

Ia juga menilai keterlibatan pegawai RSIB dalam kegiatan seni dan budaya merupakan bagian dari upaya membangun kebersamaan di lingkungan rumah sakit. Selain menjalankan tugas memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, para pegawai juga dapat berkontribusi dalam pelestarian budaya daerah.

Salah satu peserta, Abelia Djafar, A.Md.Keb., mengungkapkan rasa syukur dan bangganya dapat menjadi bagian dari tim RSIB yang berhasil meraih juara pertama.

“Bagi kami, kemenangan ini bukan hanya soal mendapatkan juara, tetapi juga tentang kebersamaan dan perjuangan selama proses latihan. Kami sangat senang bisa membawa nama RSIB dan ikut memperkenalkan Tari Dana-Dana sebagai salah satu kekayaan budaya Gorontalo,” ungkap Abelia.

Menurutnya, proses latihan membutuhkan kekompakan dan keseriusan seluruh anggota. Setiap gerakan harus dipahami dan dilakukan secara bersama-sama agar penampilan di atas panggung dapat terlihat harmonis.

Kemenangan tersebut sekaligus menjadi kado membanggakan bagi keluarga besar RSIB dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, sekaligus menjadi bukti bahwa semangat kebersamaan dapat diwujudkan melalui berbagai bidang, termasuk seni dan budaya. (red/)

Tak-berjudul81-20250220065525