Sebelum Hilang, Eca Sempat Cari Informasi Pekerjaan dari Sahabat Dekat
BOALEMO – Kasus hilangnya Elsanti Ibrahim alias Eca (21), warga Desa Mekar Jaya, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Boalemo, terus menjadi perhatian. Sejumlah informasi dari orang-orang terdekat mulai mengungkap aktivitas dan komunikasi terakhir Eca sebelum dinyatakan hilang pada Jumat (19/6/2026).
Salah satu sahabat dekat Eca, MR alias Melsi, mengungkapkan bahwa pada Jumat pagi sebelum kabar kehilangan muncul, Eca sempat mengirim pesan WhatsApp kepadanya.
Kepada Melsi, Eca menanyakan apakah dirinya sudah mendapatkan pekerjaan. Melsi kemudian menjawab bahwa dirinya sudah bekerja. Eca lalu kembali bertanya apakah masih ada penerimaan karyawan di tempat tersebut, namun Melsi menyampaikan bahwa sejauh yang diketahuinya belum ada lowongan.
Hal tersebut disampaikan Melsi saat ditemui awak media di kediamannya di Desa Mekar Jaya, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Boalemo, Gorontalo, Jumat (31/7/2026).
Melsi mengaku telah bersahabat dengan Eca sejak tahun 2023. Keduanya mulai dekat saat sering menghadiri pertandingan bola voli yang berlangsung di wilayah Kecamatan Wonosari.
Menurut Melsi, sebelum bersahabat dengan Sagita, Eca terlebih dahulu menjalin pertemanan dekat dengannya dan seorang perempuan berinisial MR alias Misa yang kini bekerja di Weda.
Melsi mengatakan, saat awal Eca dilaporkan hilang, Misa sempat menghubunginya melalui nomor WhatsApp milik sepupunya, Nur, yang juga berada di Weda. Misa disebut beberapa kali menanyakan perkembangan pencarian Eca dan apakah sahabatnya tersebut sudah ditemukan.
“Saya mengetahui kabar Eca hilang dari status Facebook kakak iparnya ketika saya masih berada di tempat kerja,” ujar Melsi.
Sementara itu, Nur saat dikonfirmasi melalui WhatsApp membenarkan bahwa Misa pernah menggunakan telepon miliknya untuk menghubungi Melsi terkait informasi mengenai Eca.
Namun, Nur menyebut komunikasi tersebut hanya terjadi satu kali. Setelah itu, dirinya memberikan langsung nomor WhatsApp Melsi kepada Misa agar dapat berkomunikasi.
Saat ditanya mengenai informasi apakah pernah melihat seseorang yang mirip Eca di wilayah Weda, Nur mengaku tidak pernah melihatnya.
Di sisi lain, Misa melalui pesan WhatsApp kepada media, Sabtu (1/8/2026), membantah bahwa dirinya menghubungi Melsi menggunakan handphone Nur.
Misa menjelaskan, saat itu justru Melsi yang menghubungi Nur, sementara dirinya kebetulan berada bersama Nur dan ikut berbincang dalam percakapan tersebut.
Misa mengaku pertama kali mengetahui kabar hilangnya Eca dari Sagita, teman Eca, yang menghubunginya melalui WhatsApp. Saat itu, Sagita meminta bantuan untuk mencari informasi mengenai Eca kepada teman-teman mereka yang berada di Desa Bongotua, Kecamatan Paguyaman.
Terkait informasi mengenai seseorang yang disebut mirip Eca di Weda, Misa menyebut dirinya hanya melihat kemiripan pada bagian mata.
Misa juga mengungkapkan bahwa sebelumnya Eca memang sempat memiliki rencana untuk mencari pekerjaan di Weda. Namun, rencana tersebut akhirnya tidak dilanjutkan karena Eca merasa takut kepada orang tuanya, terutama ayahnya, serta masih memikirkan kondisi neneknya yang sudah lanjut usia.
“Eca sebenarnya sempat punya rencana ke sini (Weda), tapi dia takut sama orang tuanya terutama papanya. Dia juga sayang sama neneknya yang sudah tua, jadi niat itu sudah dia urungkan,” ungkap Misa.
Misa mengatakan dirinya masih sering berkomunikasi dengan Eca sebelum kejadian. Bahkan, keduanya hampir setiap hari bertukar kabar.
“Terakhir komunikasi hari Rabu, dua hari sebelum Eca hilang,” tulis Misa kepada media.
Hingga kini, pencarian terhadap Elsanti Ibrahim alias Eca masih terus dilakukan oleh pihak keluarga, aparat kepolisian, serta masyarakat. Berbagai informasi dari orang-orang terdekat terus dikumpulkan guna mengungkap keberadaan Eca. (red/)


