Reses di Huwongo, Arman Naway Serap Aspirasi Warga: Air Bersih hingga Bangunan TK Jadi Prioritas
BOALEMO – Anggota DPRD Kabupaten Boalemo, Arman Naway, S.H., melaksanakan reses masa persidangan kedua tahun 2026 di Desa Huwongo, Kecamatan Paguyaman, Kabupaten Boalemo, Gorontalo, Kamis (13/8/2026).
Kegiatan reses yang berlangsung di kediaman warga, Ifun Ambela, tersebut menjadi momentum bagi Arman Naway untuk menyerap langsung berbagai aspirasi masyarakat sekaligus meninjau kebutuhan pembangunan di wilayah tersebut.
Dalam kegiatan itu, turut hadir Kepala Desa Huwongo Tasmin Tamu, Kepala Desa Bongo IV Sirlan Hippy, tokoh agama Desa Bongo IV Ahmad Karim, tokoh masyarakat Desa Bongo IV Mohamad Andel, tokoh pemuda Desa Huwongo Ifun Ambela, Kepala TK Handayani Desa Huwongo, Hartati Mointi; Kepala TK Melati Putih Desa Bongo IV, Indrawaty Laiya; serta Kepala TK Teratai Indah Desa Bongo Nol, Lisdawaty Ambo.
Selain itu, turut hadir masyarakat penerima bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) serta masyarakat setempat lainnya yang mengikuti rangkaian kegiatan reses tersebut.
Reses juga dirangkaikan dengan penyerahan alat permainan edukatif (APE) kepada tiga TK, masing-masing TK di Desa Bongo Nol, TK Handayani di Desa Huwongo, dan TK Melati Putih di Desa Bongo IV.
Selain bantuan pendidikan, Arman Naway juga menyerahkan sebanyak 20 unit alat semprot atau hand sprayer sebagai bagian dari bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada kelompok petani di Dusun Dulamayo, Desa Huwongo, serta sebagian masyarakat Desa Bongo IV.
Usai kegiatan, Wakil Ketua Komisi III DPRD Boalemo tersebut mengatakan sejumlah aspirasi yang disampaikan masyarakat akan menjadi bahan untuk dibawa dalam pembahasan pokok-pokok pikiran hasil reses di DPRD.
Salah satu persoalan yang disampaikan masyarakat berkaitan dengan sertifikat tanah yang sebagian telah diterbitkan, sementara sebagian lainnya masih belum selesai. Menurut informasi yang diterimanya dari pemerintah desa, proses tersebut masih menunggu konfirmasi dari pihak pertanahan menyusul adanya rotasi pimpinan kantor pertanahan di wilayah Boalemo.
Aspirasi lainnya menyangkut kebutuhan air bersih bagi masyarakat di Dusun Dulamayo. Arman menilai persoalan tersebut perlu menjadi perhatian karena air bersih merupakan salah satu kebutuhan dasar masyarakat.
"Kalau kita melihat keluhan jangka pendek yang dapat kita akses, kebutuhan air minum mungkin masih bisa diakses dalam jangka waktu yang pendek. Karena kalau bicara jembatan, itu masih membutuhkan perjuangan besar. Tetapi kebutuhan air bersih merupakan hal yang sangat penting," ujar Arman.
Selain air bersih, masyarakat juga menyampaikan persoalan infrastruktur pendidikan, khususnya keterbatasan sarana dan bangunan TK Handayani di Desa Huwongo serta TK Melati Putih di Desa Bongo IV.
Arman mengatakan dirinya akan meninjau langsung kondisi sekolah-sekolah tersebut untuk melihat kemungkinan dukungan anggaran melalui berbagai sumber, baik APBD, APBN maupun program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
"Kalau memang dimungkinkan dapat tersumber anggaran dari beberapa pos, nanti akan kita pikirkan. Entah itu APBD, APBN melalui revitalisasi sekolah, ataupun bisa saja ada program CSR," jelasnya.
Sementara itu, Kepala TK Melati Putih Desa Bongo IV, Indrawaty Laiya, mengungkapkan bantuan alat peraga yang diterima pihak sekolah sangat membantu proses pembelajaran anak didik.
"Kami sangat berterima kasih kepada Pak Arman. Alat ini memang sangat dibutuhkan dan sangat bermanfaat bagi siswa," ungkap Indrawaty.
Menurutnya, persoalan lain yang masih menjadi kebutuhan TK Melati Putih adalah kepemilikan bangunan. Saat ini, sekolah tersebut belum memiliki gedung sendiri. Pihak sekolah juga telah memasukkan proposal dan berharap ada pengawalan agar ke depan dapat memiliki bangunan sendiri.
"Insyaallah ke depan bisa memiliki bangunan sendiri. Kami juga telah memasukkan proposal, tinggal membutuhkan pengawalan dari anggota DPRD," ujarnya.
Tak hanya persoalan pendidikan dan air bersih, aspirasi pembangunan infrastruktur juga mencuat dalam reses tersebut. Salah satunya adalah kondisi jembatan di Dusun Bilungala yang selama ini disebut hanya mendapatkan penimbunan secara berkala dan belum dibangun menjadi jembatan permanen.
Arman menilai pembangunan jembatan tersebut penting karena aksesnya menghubungkan sejumlah wilayah, bahkan menjadi jalur yang dapat menghubungkan Desa Huwongo, Bongo IV, Bualo hingga menuju Desa Tangga Barito di Kecamatan Dulupi.
Ia memperkirakan kebutuhan anggaran pembangunan jembatan tersebut cukup besar, sekitar Rp6–7 miliar, sehingga membutuhkan perjuangan dan perhatian dari pemerintah daerah maupun pihak terkait.
"Jembatan itu menghubungkan ke beberapa desa, bahkan tembus ke Kecamatan Dulupi. Karena itu, saya berharap persoalan ini juga mendapat perhatian," kata Arman.
Arman menegaskan seluruh aspirasi yang diterimanya dalam reses akan disampaikan dalam forum DPRD melalui penyampaian pokok-pokok pikiran hasil reses. Ia berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian terhadap kebutuhan masyarakat, terutama persoalan air bersih yang dinilai dapat menjadi prioritas jangka pendek.
Dalam kesempatan tersebut, Arman juga menyampaikan bahwa bantuan 20 unit hand sprayer dan alat peraga edukatif yang diserahkan merupakan bagian dari aspirasi yang telah disampaikan sebelumnya dan kini mulai direalisasikan.
Ia berharap bantuan tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan mendukung aktivitas pertanian maupun pendidikan anak usia dini di wilayah penerima bantuan. (red/)


