Remaja Muda Kuala Lumpur Hidupkan Tradisi Walima, Semarakkan Maulid Nabi Muhammad SAW 2026
BOALEMO — Semangat generasi muda dalam menjaga tradisi dan budaya Gorontalo kembali terlihat dalam perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah/2026 Masehi di Desa Kuala Lumpur, Kecamatan Paguyaman, Kabupaten Boalemo, Gorontalo, Sabtu (29/8/2026).
Di bawah koordinasi Arfan Kone, Remaja Muda Desa Kuala Lumpur turut ambil bagian dalam memeriahkan perayaan Maulid Nabi dengan ikut menghidupkan kembali tradisi Walima, salah satu warisan budaya masyarakat Gorontalo yang telah berlangsung secara turun-temurun.
Kebersamaan dan semangat gotong royong menjadi bagian penting dalam keterlibatan para remaja tersebut. Mereka bersama-sama membuat satu buah Tolangga, dengan pembiayaan yang berasal dari dana kongsi-kongsi atau swadaya bersama.
Keterlibatan generasi muda ini dinilai menjadi langkah positif dalam menjaga keberlangsungan tradisi lokal agar tidak tergerus perkembangan zaman.
Arfan Kone yang juga menjabat sebagai Sekretaris Desa (Sekdes) Kuala Lumpur, mengapresiasi antusiasme dan kepedulian para remaja yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
“Kami sangat mengapresiasi niat baik dan kebersamaan Remaja Muda Desa Kuala Lumpur dalam menghidupkan kembali tradisi Walima. Semoga ke depan semakin banyak Tolangga yang dapat dibuat, sehingga tradisi ini terus berkembang dan tetap dilestarikan oleh generasi muda,” ujar Arfan.
Ia berharap partisipasi Remaja Muda Desa Kuala Lumpur dapat terus meningkat pada perayaan Maulid Nabi di tahun-tahun mendatang. Menurutnya, semakin banyak generasi muda yang terlibat, semakin besar pula peluang tradisi Walima untuk terus bertahan dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Kegiatan tersebut menjadi gambaran bahwa generasi muda tidak hanya menjadi bagian dari perayaan keagamaan, tetapi juga memiliki peran strategis dalam merawat identitas budaya daerah.
Semangat gotong royong Remaja Muda Desa Kuala Lumpur dalam membuat Tolangga menjadi salah satu bukti bahwa tradisi dan budaya Gorontalo masih mendapat tempat di hati generasi muda, sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga warisan leluhur agar tetap hidup di tengah perubahan zaman. (red/)


