Raih PPD Terbaik 1 Jateng, Wali Kota Aaf Dorong Investasi dan Penguatan SDM Kota Pekalongan
Pekalongan, RNN.Com – Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan kembali menorehkan prestasi di tingkat Provinsi Jawa Tengah. Kota Pekalongan berhasil meraih Peringkat Terbaik 1 Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) tingkat kota se-Jawa Tengah Tahun 2026.
Penghargaan tersebut diterima Wali Kota Pekalongan, H.A. Afzan Arslan Djunaid atau akrab disapa Aaf, dari Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen dalam rangkaian peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Tengah di Alun-Alun Boyolali, Rabu (19/8/2026).
Usai menerima penghargaan, Wali Kota Aaf menyampaikan apresiasi dan rasa syukurnya atas capaian tersebut. Menurutnya, pembangunan daerah tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga mencakup peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan penguatan investasi.
“Alhamdulillah Kota Pekalongan di Jawa Tengah untuk tingkat kota mendapat peringkat pertama terbaik satu tentang Penghargaan Pembangunan Daerah,” ujar Wali Kota Aaf.
Ia menyebut, investasi yang masuk ke Kota Pekalongan sepanjang 2025 mencapai hampir Rp500 miliar. Capaian tersebut menjadi salah satu modal penting untuk terus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan akan terus ditingkatkan ke depan. Selain meraih PPD terbaik tingkat Jawa Tengah, Kota Pekalongan juga berhasil masuk tiga besar tingkat nasional. Selanjutnya, Pemkot Pekalongan akan mengikuti tahapan presentasi pada akhir Agustus atau awal September mendatang.
Wali Kota Aaf menegaskan, penghargaan tersebut bukan menjadi tujuan utama, melainkan bonus atas komitmen bersama seluruh jajaran Pemkot Pekalongan dalam menjalankan pembangunan.
“Penghargaan ini sebetulnya hanya bonus, tapi bagaimana kita dan seluruh jajaran Pemerintah Kota Pekalongan berkomitmen untuk membangun Kota Pekalongan yang lebih baik lagi,” tegasnya.
Ke depan, Wali Kota Aaf juga menyoroti pentingnya memanfaatkan pertumbuhan investasi di Jawa Tengah agar memberikan dampak positif bagi masyarakat Kota Pekalongan. Meski Kota Pekalongan tidak memiliki kawasan industri, pihaknya mendorong kesiapan tenaga kerja lokal agar mampu mengisi peluang kerja yang tersedia di berbagai kawasan industri di Jawa Tengah.
Untuk itu, penguatan keterampilan dan kompetensi masyarakat menjadi perhatian penting. Pemkot Pekalongan akan terus berkoordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja, termasuk melalui berbagai program pelatihan kerja.
“Bagaimana kita mempersiapkan para pekerjanya, warganya untuk siap mengisi pos-pos di kawasan industri tersebut. Mungkin dengan koordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja tentang pelatihan-pelatihan kerja,” katanya.
Wali Kota Aaf berharap pertumbuhan investasi di Jawa Tengah maupun Kota Pekalongan dapat terus berjalan lancar dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
“Mudah-mudahan semuanya lancar dan berkah untuk Kota Pekalongan dan masyarakat Kota Pekalongan,” pungkasnya.(Ifan)


