Laskar Macan Asia Gorontalo Ultimatum PT Cipta Adi Guna, Desak Perbaikan Mutu dan Percepatan Proyek
GORONTALO — DPD Laskar Macan Asia Provinsi Gorontalo melayangkan ultimatum kepada PT Cipta Adi Guna terkait pelaksanaan proyek pembangunan yang dinilai mengalami keterlambatan progres serta dugaan persoalan kualitas pekerjaan.
Ketua DPD Laskar Macan Asia Gorontalo, Kamarudin Kasim, menyampaikan sikap tersebut dalam konferensi pers di Sekretariat DPD Laskar Macan Asia Gorontalo, Selasa (5/8/2026). Menurutnya, hasil pemantauan tim di lapangan menemukan sejumlah persoalan yang perlu segera mendapat perhatian serius dari pihak pelaksana proyek.
Salah satu sorotan utama adalah progres pekerjaan yang disebut masih jauh dari target meski proyek telah memasuki minggu ke-10 pelaksanaan.
“Dengan waktu berjalan selama 10 minggu, seharusnya progres fisik sudah berada di kisaran 30 hingga 40 persen. Namun berdasarkan pantauan kami, kondisi di lapangan masih jauh dari target. Ini menunjukkan adanya persoalan dalam manajemen pelaksanaan proyek,” ujar Kamarudin.
Ia menilai keterlambatan tersebut tidak boleh dibiarkan berlarut karena berpotensi menghambat manfaat pembangunan bagi masyarakat serta dapat berdampak terhadap penggunaan anggaran negara.
Selain persoalan progres, Laskar Macan Asia Gorontalo juga menyoroti aspek mutu konstruksi. Mereka mengklaim menemukan sejumlah titik pekerjaan yang dinilai belum memenuhi standar kualitas yang diharapkan.
“Kami menemukan indikasi adanya pekerjaan yang perlu dievaluasi, termasuk dugaan penggunaan material yang tidak sesuai spesifikasi serta lemahnya pengawasan di lapangan. Hal ini harus menjadi perhatian karena menyangkut kualitas dan keselamatan bangunan ke depan,” tegasnya.
Meski demikian, Laskar Macan Asia menegaskan pihaknya tidak menolak pembangunan yang sedang berjalan. Mereka meminta agar seluruh proses pembangunan tetap mengedepankan prinsip kualitas, ketepatan waktu, serta keterbukaan.
Dalam pernyataan sikapnya, DPD Laskar Macan Asia Gorontalo memberikan waktu 7 x 24 jam kepada PT Cipta Adi Guna untuk melakukan langkah perbaikan.
Tiga tuntutan utama yang disampaikan yakni meminta perusahaan segera mengejar keterlambatan melalui penambahan tenaga kerja, peralatan, serta penyusunan jadwal percepatan yang jelas.
Kemudian, memperbaiki kualitas pekerjaan sesuai dokumen perencanaan, Rencana Anggaran Biaya (RAB), serta standar teknis yang berlaku, termasuk memperketat pengawasan mutu pekerjaan.
Selain itu, mereka juga meminta adanya keterbukaan terhadap kontrol sosial dengan memberikan akses informasi terkait progres pekerjaan dan penggunaan material.
“Apabila dalam waktu tujuh hari tidak ada perubahan nyata, kami akan melakukan aksi damai di lokasi proyek, mengawal langsung pelaksanaan pekerjaan, serta melaporkan persoalan ini kepada aparat penegak hukum, Balai Cipta Karya, dan DPRD Provinsi Gorontalo,” katanya.
Laskar Macan Asia Gorontalo juga meminta pihak terkait seperti Balai Cipta Karya, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), serta konsultan pengawas untuk meningkatkan pengawasan terhadap proyek tersebut.
“Uang negara adalah uang rakyat. Karena itu setiap pembangunan harus dikawal agar benar-benar memberikan manfaat dan tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari,” tutupnya.
Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, pihak PT Cipta Adi Guna belum memberikan keterangan resmi terkait tudingan dan ultimatum yang disampaikan DPD Laskar Macan Asia Gorontalo.
Media masih berupaya menghubungi pihak-pihak terkait untuk mendapatkan klarifikasi dan tetap membuka ruang hak jawab sebagai bentuk keberimbangan pemberitaan. (red/)


