Korban Pengrusakan Lahan Jagung Soroti Sikap Kades Biluhu Tengah, Diduga Tak Beri Solusi Penyelesaian
Gorontalo - Dugaan pengrusakan lahan jagung milik warga di Dusun Otalanga, Desa Biluhu Tengah, Kecamatan Biluhu, Kabupaten Gorontalo, turut menyoroti peran pemerintah desa dalam menyelesaikan persoalan yang terjadi di tengah masyarakat.
Korban berinisial SD (40) mengaku kecewa terhadap sikap Kepala Desa Biluhu Tengah, Eddy Yusuf Pakaya, yang dinilai belum memberikan solusi atas persoalan pengrusakan tanaman jagung miliknya.
Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (29/6/2026), di mana sekitar tiga per empat hektare tanaman jagung milik SD diduga dirusak dengan cara ditebang menggunakan parang oleh JD (34), warga desa yang sama.
Menurut SD, kejadian itu baru diketahuinya pada sore hari setelah mendapat informasi dari seorang saksi berinisial NT yang memberitahukan bahwa kebun jagung miliknya telah ditebang seseorang.
Mendapat informasi tersebut, SD langsung menuju lokasi dan mendapati tanaman jagung miliknya sudah dalam kondisi rusak.
SD kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada kepala dusun dan diteruskan kepada pemerintah desa. Selanjutnya, Pemerintah Desa Biluhu Tengah mengundang pihak-pihak terkait untuk melakukan musyawarah pada Rabu (2/7/2026).
Dalam musyawarah tersebut, SD menyebut bahwa JD mengakui telah melakukan pengrusakan. Pengakuan itu juga disebut dibenarkan oleh ayahnya, WD (55), yang menyatakan bahwa dirinya yang meminta anaknya melakukan tindakan tersebut.
Namun, SD menilai musyawarah yang dilakukan pemerintah desa belum memberikan jalan keluar atas kerugian yang dialaminya.
“Saya berharap pemerintah desa bisa menjadi penengah dan memberikan solusi yang adil, tetapi sampai saat ini saya merasa belum mendapatkan penyelesaian yang jelas,” ungkap SD kepada media, Rabu (5/8/2026).
SD juga menyampaikan dugaan bahwa Kepala Desa Biluhu Tengah, Eddy Yusuf Pakaya, melarang kepala dusun memberikan kesaksian kepada pihak berwenang yang nantinya dapat membantu memperjelas perkara tersebut.
Atas dugaan tersebut, korban berharap pemerintah desa dapat menjalankan fungsi pelayanan kepada masyarakat secara objektif, terutama dalam menangani persoalan yang melibatkan warga.
Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Desa Biluhu Tengah Eddy Yusuf Pakaya belum memberikan tanggapan terkait konfirmasi yang dilakukan awak media mengenai tudingan tersebut. (red/)


