Kemarau Yang Berkepanjangan,Dinkes Ingatkan ,Harus Gunakan Masker Setiap Berpergian.
SEKADAU- KALBAR .RNN.Com -- Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinas PP dan KB) Kabupaten Sekadau Henry Alpius, meminta agar masyarakat waspada terhadap cuaca ekstrim saat ını. Karena musim kemarau sangat rentan memicu berbagai gangguan kesehatan akibat cuaca panas, debu, dan krisis air bersih.
"Penyakit utama yang sering menyerang meliputi Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), diare, dehidrasi, iritasi kulit atau mata kering, serta demam berdarah dengue (DBD) akibat perubahan penampungan air," katanya beberapa waktu lalu kepada media ını.
Menurut dia, jenis penyakit musim kemarau adalah ISPA dan Flu: akibat debu yang beterbangan dan udara kering memicu batuk, pilek, serta radang tenggorokan.
Sedangkan lanjut dia,, penyakit Diare akibat krisis air bersih membuat kebersihan makanan dan minuman menurun, memudahkan bakteri menyerang perut. Kemudian Dehidrasi dan Heatstroke akibat suhu panas yang ekstrem memicu kekurangan cairan tubuh serta sengatan panas yang sangat berbahaya bagi kesehatan.
Kemudian penyakit Demam Berdarah (DBD) biasa penyakit ini muncul dari air, pada musim kemarau warga sering menampung air di wadah terbuka saat krisis air, wadah penampungan air akan menjadi sarang nyamuk.
Sakinmata dan penyakit kulit akibat debu jalanan yang bisa memicu iritasi mata,dengan gejala gatal atau esksim pada kulit kering.
Sedangkan kata dia, kelompok yang paling rentan terkena adalah, anak-anak, Lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit kronis.
"Mereka ini yang paling beresiko terpapar saat musim kemarau,' ujar Henry.
Maka dari itu agar terhindar sebaiknya, gunakan Masker jika beraktifitas diluar ruangan, atau saat mengunakan sepeda motor, kemudian mengurangi kegiatan diluar rumah.
"Menutup pintu dan jendela, agar debu tidak masuk ke dalam rumah, terutama asap bekas Bakaran,"ingatnya.
Saat ını pihaknya terus melakukan komunikasi dengan pihak Puskesmas dan layanan kesehatan lainnya, untuk tetap siaga menghadapi peningkatan kasus ISPA selama musim kemarau
(Apui)


