Kecelakaan Maut Galian Batu Balocci: LAKI Pangkep Minta Pemerintah Segera Tegakkan Aturan Keselamatan Kerja

Table of Contents

 


PANGKEP, 1 Agustus 2026 — Duka mendalam menyelimuti Kelurahan Tonasa, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep. Dacing (63), warga Kampung Peokang, meninggal dunia setelah tertimpa batu berukuran besar di lokasi pengambilan batu miliknya, Sabtu (01/08/2026).

Berdasarkan keterangan yang dihimpun, korban berangkat ke lokasi pada Jumat (31/07/2026) sekitar pukul 14.00 WITA sendirian untuk mengambil batu. Karena tak kunjung pulang, keesokan harinya keluarga melakukan pencarian dan menemukan korban telah meninggal dunia dalam posisi tertimpa batu.

Personel Polsek Balocci dibantu tim Polres Pangkep segera turun ke lokasi untuk melakukan pengamanan dan olah tempat kejadian perkara. Pemeriksaan awal pihak medis Puskesmas Balocci memperkirakan korban meninggal akibat tertimpa batu yang runtuh saat bekerja. Pihak keluarga telah memaklumi musibah tersebut dan menyatakan tidak bersedia dilakukan autopsi.

Menanggapi peristiwa memilukan ini, Ketua LSM LAKI Pangkep, Jumain, menyampaikan keprihatinan sekaligus kritik tajam atas minimnya perlindungan dan pengawasan terhadap para penambang rakyat di wilayah tersebut.

"Peristiwa ini seharusnya tidak perlu terjadi. Banyak warga kita menggantungkan hidup dari galian batu, namun mereka bekerja tanpa jaminan keselamatan, tanpa pengawasan, tanpa perlindungan apa pun dari pemerintah. Mereka bekerja sendirian, tanpa alat pelindung diri, tanpa standar keamanan yang jelas," ujar Jumain.

Ia menegaskan musibah ini bukan sekadar kecelakaan biasa, melainkan cerminan lemahnya perhatian pemerintah terhadap keselamatan kerja warga di sektor galian rakyat.

"Pemerintah seharusnya hadir bukan sekadar mengeluarkan izin atau menarik retribusi, melainkan menjamin keselamatan nyawa warga. Aturan keselamatan kerja harus ditegakkan, pembinaan dilakukan, dan larangan bekerja sendirian di lokasi berbahaya harus diawasi dengan ketat," tegasnya.

Terkait hal ini, LAKI Pangkep meminta pemerintah segera mengambil langkah nyata:

1. Menyusun dan menegakkan aturan keselamatan kerja khusus aktivitas galian batu rakyat;

2. Melarang bekerja sendirian di lokasi berisiko tinggi serta mewajibkan penggunaan alat pelindung diri;

3. Memberikan pembinaan dan penyuluhan rutin mengenai bahaya serta langkah keselamatan;

4. Meninjau kembali pengelolaan galian rakyat agar tidak hanya berorientasi pada pendapatan daerah, namun mengutamakan keselamatan nyawa manusia.

Sementara itu, pihak kepolisian juga telah mengimbau masyarakat agar tidak bekerja sendirian, selalu mengutamakan keselamatan, dan menggunakan peralatan pelindung yang memadai. Namun bagi Jumain, imbauan saja tidak cukup. Diperlukan tindakan nyata dan pengawasan berkelanjutan agar nyawa warga tidak terus menjadi taruhan.

"Kehilangan nyawa adalah kerugian tak ternilai. Jangan menunggu korban berjatuhan baru bergerak. Keselamatan rakyat harus menjadi prioritas utama, bukan sekadar retorika," pungkasnya.*

 

( Ahmad Latif )

Tak-berjudul81-20250220065525