Bupati Rum Pagau Buka Pelatihan Inseminasi Buatan Angkatan VI, Dorong Peserta Pulang Bawa Kompetensi dan Manfaat

Table of Contents


BANDUNG — Bupati Boalemo, Drs. Rum Pagau, resmi membuka kegiatan Pelatihan Calon Petugas Inseminator Angkatan VI Tahun 2026 yang dilaksanakan di Aula Balai Inseminasi Buatan (BIB) Lembang, Bandung, Jawa Barat, Minggu (30/8/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari kerja sama antara Balai Inseminasi Buatan Lembang, Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara Bogor, dan Pemerintah Kabupaten Boalemo. Pelatihan berlangsung selama 21 hari, mulai 30 Agustus hingga 21 September 2026, dengan metode pembelajaran berupa teori, diskusi, serta praktik lapangan.

Dalam laporan panitia disampaikan, pelatihan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta kemandirian calon petugas inseminator dalam melaksanakan tugas di wilayah kerja masing-masing. Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat sinergi program inseminasi buatan sekaligus menambah jumlah tenaga inseminator yang profesional dan berintegritas.

Pelatihan tersebut diikuti 25 peserta yang berasal dari sejumlah daerah, dengan peserta terbanyak dari Provinsi Gorontalo sebanyak 13 orang. Peserta lainnya berasal dari Bengkulu, Lampung, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Nusa Tenggara, dan Jawa Barat, serta terdapat pula peserta berkewarganegaraan asing yang mengikuti pelatihan melalui hubungan keluarga dengan warga Jawa Barat.

Dalam sambutannya, Bupati Boalemo Drs. Rum Pagau meminta seluruh peserta mengikuti setiap tahapan pelatihan dengan serius dan penuh tanggung jawab. Ia menekankan agar seluruh materi yang disampaikan instruktur maupun pihak terkait benar-benar dipahami dan dipraktikkan dengan baik.

“Saya berharap seluruh peserta mengikuti pelatihan ini dengan serius. Apa pun yang disampaikan dan diberikan oleh para instruktur maupun pihak terkait, harus diperhatikan, dipelajari dan dipahami dengan baik, karena ilmu yang diperoleh di sini nantinya akan dibawa pulang dan diterapkan di daerah masing-masing,” ujar Rum Pagau.

Menurutnya, pelatihan tersebut bukan sekadar kegiatan untuk mendapatkan pengetahuan, tetapi menjadi kesempatan bagi para peserta untuk meningkatkan keterampilan yang nantinya dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya dalam pengembangan sektor peternakan.

Bupati juga menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta yang datang dari berbagai daerah di Indonesia. Menurutnya, keberagaman asal peserta menjadi kesempatan untuk saling berbagi pengalaman dan memperluas wawasan selama mengikuti pelatihan.

“Saya mengucapkan selamat datang kepada seluruh peserta, khususnya yang datang dari berbagai daerah. Mari kita manfaatkan kesempatan ini untuk belajar bersama, saling berbagi pengalaman dan membangun jaringan. Semoga setelah selesai mengikuti pelatihan, semua peserta dapat kembali ke daerah masing-masing dengan membawa ilmu dan keterampilan yang benar-benar bermanfaat,” katanya.

Selama pelatihan, peserta tidak hanya mendapatkan pembelajaran di lingkungan BB Lembang, tetapi juga mengikuti praktik lapangan di sejumlah lokasi, termasuk dinas peternakan di wilayah Jawa Barat, KPSBU Lembang, KBS Garut, KPBBS Pangalengan, serta farm milik BB Lembang di Kabupaten Bandung.

Bupati Rum Pagau berharap keberadaan petugas inseminator yang memiliki kompetensi dapat mendukung peningkatan kualitas dan populasi ternak sekaligus memperkuat pembangunan sektor peternakan di daerah.

“Pergi membawa semangat, kembali membawa manfaat.” Pesan tersebut menjadi semangat bagi seluruh peserta untuk menjadikan pelatihan sebagai bekal dalam memberikan kontribusi nyata di daerah masing-masing. (red/)

Tak-berjudul81-20250220065525