Almarhum Dikenal Dermawan dan Pemersatu, Sempat Minta Pendampingan Hukum untuk Warga
MURATARA — Kabar duka menyelimuti keluarga dan sahabat almarhum yang dikenal sebagai sosok dermawan serta mudah membantu masyarakat. Almarhum disebut memiliki riwayat penyakit jantung yang telah lama dideritanya.(21/8/2026).
Menurut Ajiz, salah seorang sahabat almarhum, penyakit jantung tersebut sudah diketahui oleh banyak sahabat dekatnya. Saat berada di kediamannya di Ketapat Bening, penyakit almarhum kambuh ketika sedang beraktivitas.
Pihak keluarga sempat berupaya membawa almarhum ke puskesmas untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, saat hendak masuk ke dalam mobil, almarhum mengembuskan napas terakhir.
Ajiz mengatakan, komunikasi terakhirnya dengan almarhum berlangsung sekitar satu pekan sebelum meninggal dunia. Dalam komunikasi tersebut, almarhum meminta Ajiz untuk membantu melakukan pendampingan hukum terhadap sejumlah warga.
“Beliau meminta pendampingan hukum. Banyak sekali masyarakat yang bermasalah hukum meminta didampingi atas rekomendasi almarhum,” ujar Ajiz.
Menurut Ajiz, semasa hidupnya almarhum dikenal sebagai pribadi yang dermawan dan ringan tangan. Siapa pun yang datang meminta bantuan, baik orang yang dikenalnya maupun tidak, sebisa mungkin akan dibantu.
“Baik kenal maupun tidak kenal dengan almarhum, pasti akan dibantu,” katanya.
Selain dikenal suka membantu, almarhum juga disebut memiliki sifat tidak pendendam dan mudah memaafkan orang lain yang pernah berselisih paham dengannya.
“Saya mengenal almarhum sejak pertama kali beliau menjadi kepala desa, kemudian menjadi anggota dewan, hingga terakhir mencalonkan diri sebagai Bupati Muratara. Meski pada pencalonan terakhir belum berhasil, beliau merupakan sosok yang berjiwa besar,” ungkap Ajiz.
Di bidang politik, almarhum juga dikenal sebagai sosok yang mampu menjadi pemersatu. Ajiz mencontohkan ketika adik almarhum, Andiwijaya, berseberangan secara politik dengan Syarif Hidayat dalam Pemilihan Bupati Muratara tahun 2015.
Meski berada dalam dinamika politik yang berbeda, hubungan almarhum dengan Syarif Hidayat tetap terjalin baik.
“Kemudian saat itu almarhum baik dengan Pak Syarif. Baik bukan karena ada negosiasi politik, tetapi memang beliau orangnya baik,” ujar Ajiz.
Bagi keluarga, sahabat, dan masyarakat yang pernah mengenalnya, sosok almarhum tidak hanya dikenang melalui perjalanan politiknya, tetapi juga melalui kepedulian, kedermawanan, serta sikapnya yang mudah memaafkan dan merangkul banyak kalangan
( Nasrullah )


