Aliansi BARA API Gelar Aksi di Sejumlah Instansi Boalemo, Soroti Polemik Lahan PT PG Gorontalo dan Tuntut Kepastian Hukum
GORONTALO – Aliansi Barisan Rakyat Anti Perampasan Hak Agraria Indonesia (BARA API) menggelar aksi penyampaian aspirasi di sejumlah kantor pemerintahan dan perusahaan di Kabupaten Boalemo, Senin (3/8/2026).
Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes dan penyampaian tuntutan terkait polemik lahan yang diklaim sebagai milik masyarakat dan disebut telah dikelola oleh PT PG Gorontalo selama bertahun-tahun.
Titik utama aksi berlangsung di halaman kantor PT PG Gorontalo, Desa Gandaria, Kecamatan Tolangohula, Kabupaten Gorontalo. Massa meminta perusahaan memberikan kejelasan terkait status serta pengelolaan lahan yang menjadi objek persoalan agraria antara masyarakat dan pihak perusahaan.
Aksi dipimpin oleh Jenderal Lapangan Hamzah Kaiko, S.H. Dalam orasinya, massa menyampaikan sejumlah tuntutan, di antaranya meminta PT PG Gorontalo menghentikan segala bentuk tindakan yang dinilai merugikan masyarakat pemilik lahan, membuka ruang dialog, serta menyelesaikan persoalan agraria secara transparan bersama masyarakat dan pihak terkait.
Selain itu, massa juga mendesak agar hak-hak masyarakat yang memiliki dasar legalitas kepemilikan tanah mendapatkan penghormatan dan kepastian hukum sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Berdasarkan surat pemberitahuan aksi, kegiatan tersebut direncanakan melibatkan sekitar 1.500 peserta. Namun, berdasarkan pantauan di lapangan, jumlah massa yang hadir diperkirakan sekitar 300 orang.
Tidak hanya di PT PG Gorontalo, Aliansi BARA API juga menyampaikan aspirasi di Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Boalemo, Mapolres Boalemo, Kantor DPRD Boalemo, serta Kantor Bupati Boalemo.
Di setiap lokasi, massa meminta pihak terkait agar dapat mengambil langkah penyelesaian terhadap persoalan lahan yang menjadi perhatian masyarakat.
Dalam aksi di PT PG Gorontalo, kegiatan mendapat pengamanan dari aparat kepolisian, di antaranya personel Polsek Paguyaman Polres Boalemo dan Polsek Tolangohula Polres Gorontalo. Aparat melakukan pengawalan serta memastikan kegiatan berjalan aman dan kondusif.
Massa berharap pihak perusahaan maupun pemerintah daerah dapat membuka ruang komunikasi dan memberikan jawaban atas tuntutan yang telah disampaikan.
Namun hingga aksi berakhir, General Manager PT PG Gorontalo bersama pimpinan HRD PT PG belum melakukan pertemuan langsung dengan para peserta aksi untuk berdialog.
Setelah menyampaikan aspirasi, massa kemudian membubarkan diri secara tertib. Situasi selama kegiatan berlangsung dalam keadaan aman dan terkendali.
Pihak terkait diharapkan dapat menindaklanjuti aspirasi yang disampaikan sesuai mekanisme hukum dan aturan yang berlaku. (red/)


