Tujuh Hari Kepergian Rachmat Gobel, Alkhairaat Tilamuta Kenang Jejak Kebaikan Sang Dermawan Lewat Dua Bangunan Bersejarah Pesantren
Boalemo, Gorontalo – Tujuh hari setelah kepergian tokoh nasional asal Gorontalo, Rachmat Gobel, keluarga besar Pondok Pesantren Alkhairaat Tilamuta menggelar doa bersama melalui kegiatan tahlil dan pembacaan Surah Yasin di Masjid Pesantren Alkhairaat, Desa Modelomo, Kecamatan Tilamuta, Kabupaten Boalemo, Kamis malam (16/7/2026) usai salat Magrib.
Kegiatan tersebut menjadi momentum mengenang sosok Rachmat Gobel yang selama ini dikenal memiliki kedekatan emosional dengan Pesantren Alkhairaat Tilamuta. Bagi keluarga besar pesantren, kepergian almarhum bukan hanya kehilangan seorang tokoh masyarakat Gorontalo, tetapi juga kehilangan sosok yang telah meninggalkan jejak nyata bagi perkembangan pendidikan Islam di daerah tersebut.
Jejak pengabdian Rachmat Gobel di Pesantren Alkhairaat Tilamuta hingga kini masih berdiri kokoh melalui dua bangunan penting yang menjadi bagian dari perjalanan pesantren, yakni bangunan rusunawa yang saat ini difungsikan sebagai kantor pesantren serta bangunan aula pesantren.
Dua fasilitas tersebut menjadi bukti nyata kepedulian almarhum terhadap kemajuan pendidikan dan pembinaan generasi muda Islam di Gorontalo, khususnya di lingkungan Alkhairaat Tilamuta.
Pengurus Komda Alkhairaat Tilamuta, Qadri Alamri, S.Ag., menyampaikan bahwa keluarga besar pesantren sangat merasakan kehilangan atas wafatnya Rachmat Gobel.
“Saya mendengar kabar beliau meninggal itu dari Pak Lahmudin. Saya sangat sedih dan kaget. Hari ini kami melaksanakan yasinan dan tahlilan untuk kepergian beliau. Kami hanya bisa berdoa, semoga seluruh amal beliau diterima oleh Allah SWT,” ungkap Qadri.
Menurut Qadri, hubungan Rachmat Gobel dengan Pesantren Alkhairaat Tilamuta telah terjalin jauh sebelum almarhum aktif dalam pemerintahan. Kepedulian tersebut diwujudkan melalui berbagai bentuk dukungan nyata, termasuk pembangunan fasilitas pesantren.
“Bicara tentang Rachmat Gobel, kami adalah orang yang sangat kehilangan. Beliau jauh sebelum masuk pemerintahan memang sudah punya hubungan dengan pondok pesantren ini,” ujarnya.
Ia mengatakan, selain memberikan bantuan sapi kurban setiap momentum Idul Adha, Rachmat Gobel juga memiliki perhatian besar terhadap pembangunan pesantren.
“Beliau punya kontribusi besar di pondok ini. Ada bangunan rusunawa yang sekarang digunakan sebagai kantor pesantren dan ada juga aula pesantren yang merupakan bagian dari bantuan beliau,” jelas Qadri.
Kedekatan Rachmat Gobel dengan Alkhairaat Tilamuta juga terlihat dari kehadirannya dalam berbagai kegiatan besar pesantren. Setiap kali datang ke Gorontalo, almarhum selalu menyempatkan diri untuk berkunjung.
“Setiap kegiatan haul yang kami laksanakan, beliau selalu hadir, kecuali tahun kemarin beliau tidak sempat hadir. Setiap beliau ke Gorontalo, pasti beliau selalu mampir ke pesantren ini,” kenangnya.
Qadri juga mengungkapkan bahwa almarhum memiliki harapan besar agar Pesantren Alkhairaat Tilamuta terus berkembang menjadi lembaga pendidikan Islam yang unggul.
“Bahkan beliau punya rencana untuk membuat pesantren ini menjadi pesantren yang elite, maju, dan memiliki kualitas yang lebih baik,” tambahnya.
Kini, tujuh hari setelah kepergiannya, doa-doa terbaik dipanjatkan oleh keluarga besar Alkhairaat Tilamuta. Sementara dua bangunan yang menjadi bagian dari kontribusi Rachmat Gobel akan terus menjadi pengingat bahwa kepedulian dan kebaikan seseorang dapat tetap hidup melalui manfaat yang ditinggalkannya.
Rachmat Gobel telah tiada, namun jejak pengabdiannya masih berdiri dan dirasakan oleh generasi yang terus menuntut ilmu di Pesantren Alkhairaat Tilamuta. (red/)


