Sebelum Wafat, Rachmat Gobel Masih Membawa Agenda Besar untuk Gorontalo: Sekolah Rakyat hingga Penanaman Bambu Petung di Boalemo
GORONTALO – Kabar duka menyelimuti masyarakat Gorontalo setelah berpulangnya Anggota DPR RI dari daerah pemilihan Gorontalo, Rachmat Gobel. Di balik kepergiannya, tersimpan sebuah catatan perjuangan yang menunjukkan besarnya perhatian beliau terhadap pembangunan daerah, khususnya Provinsi Gorontalo dan Kabupaten Boalemo.
Sebelum dikabarkan meninggal dunia pada Jumat dini hari, Rachmat Gobel sejatinya telah memiliki agenda kunjungan kerja ke Provinsi Gorontalo pada 17–21 Juli 2026. Dalam jadwal tersebut, ia direncanakan mengunjungi sejumlah lokasi strategis, termasuk Kabupaten Boalemo.
Salah satu agenda penting yang telah disiapkan yakni meninjau pembangunan jalan Short Cut 1 Huwongo–Polohungo sekaligus melihat lokasi rencana pengembangan bambu petung di Kabupaten Boalemo.
Selain itu, Rachmat Gobel juga dijadwalkan mengunjungi Sekolah Rakyat serta pusat pembibitan kakao dan sawit di Kecamatan Wonosari, Kabupaten Boalemo. Agenda tersebut menjadi bagian dari komitmennya dalam mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia serta penguatan sektor ekonomi produktif masyarakat.
Bagi masyarakat Gorontalo, khususnya Boalemo, Rachmat Gobel bukan sekadar seorang wakil rakyat, tetapi sosok yang konsisten membawa gagasan pembangunan berbasis kemandirian daerah.
Selama kiprahnya, ia banyak memberikan perhatian terhadap pengembangan sektor pertanian, perkebunan, pendidikan, infrastruktur, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat. Berbagai program dan gagasan yang diperjuangkannya diarahkan untuk membuka peluang baru bagi masyarakat Gorontalo agar mampu tumbuh dan bersaing.
Di Kabupaten Boalemo, perhatian Rachmat Gobel terlihat dari berbagai upaya mendorong pengembangan potensi daerah, mulai dari sektor pertanian, perkebunan, peningkatan konektivitas jalan, hingga pengembangan komoditas unggulan yang memiliki nilai ekonomi jangka panjang.
Rencana penanaman dan pengembangan bambu petung menjadi salah satu contoh gagasan yang mencerminkan visinya terhadap pemanfaatan sumber daya lokal. Bambu petung dinilai memiliki potensi besar sebagai komoditas ekonomi, bahan industri, sekaligus mendukung pelestarian lingkungan.
Kepergian Rachmat Gobel meninggalkan duka mendalam, namun juga meninggalkan jejak perjuangan panjang bagi Gorontalo. Agenda kunjungan kerja yang sedianya akan dilakukan menjadi bukti bahwa hingga akhir hayatnya, perhatian dan kepeduliannya terhadap pembangunan daerah tetap menjadi bagian dari perjuangannya.
Masyarakat Gorontalo kini mengenang Rachmat Gobel sebagai putra daerah yang terus membawa harapan, gagasan, dan kerja nyata untuk kemajuan tanah kelahirannya. (red/)


