Satbrimob Polda Sumsel Batalyon B Pelopor Kerahkan Water Cannon Bantu Padamkan Kebakaran di Lubuklinggau

Table of Contents

 


Lubuklinggau – Kebakaran hebat melanda kawasan permukiman padat penduduk di RT 04, Kelurahan Jawa Kanan SS, Kecamatan Lubuklinggau Timur II, Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan, Jumat (17/7/2026) petang. Dalam peristiwa tersebut, sebanyak 11 unit rumah warga dilaporkan hangus terbakar.

Berdasarkan informasi di lokasi, api pertama kali terlihat sekitar pukul 17.30 WIB dari sebuah rumah kosong milik Syarif. Kobaran api dengan cepat membesar dan merambat ke rumah-rumah di sekitarnya karena kondisi permukiman yang padat.

Proses pemadaman berlangsung cukup sulit akibat akses jalan yang sempit, padatnya permukiman, serta banyaknya warga yang memadati lokasi kejadian. Api baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 21.00 WIB setelah upaya pemadaman yang melibatkan lima unit mobil pemadam kebakaran, satu unit Armoured Water Cannon (AWC) Polres Lubuklinggau, serta dua unit Armoured Water Cannon (AWC) Satbrimob Polda Sumsel Batalyon B Pelopor.

Personel Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Sumsel bergerak cepat menuju lokasi setelah menerima informasi kebakaran. Setibanya di lokasi, personel langsung mengoperasikan kendaraan AWC untuk membantu proses pemadaman bersama petugas pemadam kebakaran dan unsur gabungan lainnya sehingga kobaran api dapat segera dikendalikan dan tidak meluas ke permukiman lainnya.

Salah seorang warga setempat, Dian, mengatakan api pertama kali terlihat dari rumah kosong sebelum akhirnya membesar dengan cepat.

"Api pertama terlihat dari rumah Syarif yang kosong, lalu langsung membesar karena rumah-rumah di sekitar saling berdekatan. Kami hanya sempat menyelamatkan diri, sementara barang-barang tidak bisa diselamatkan," ujarnya.

Sementara itu, Camat Lubuklinggau Timur II, Fitrianto R, mengatakan proses pemadaman sempat mengalami kendala karena lokasi kebakaran berada di kawasan padat penduduk yang berdekatan dengan rel kereta api.

"Jalan menuju lokasi cukup sempit sehingga mobil pemadam mengalami kesulitan masuk. Selain itu, banyaknya warga yang menyaksikan kejadian juga sempat menghambat proses pemadaman," jelasnya.

Hingga proses pendataan berlangsung, tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut. Namun, kerugian material diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Para korban sementara waktu mengungsi ke rumah kerabat dan tetangga terdekat.

Di tempat terpisah, Komandan Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Sumsel, AKBP Andiyano, S.K.M., M.H., menyampaikan bahwa keterlibatan personel beserta kendaraan Armoured Water Cannon (AWC) merupakan bentuk kesiapsiagaan Brimob dalam memberikan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat.

"Kehadiran personel beserta kendaraan AWC Satbrimob Polda Sumsel Batalyon B Pelopor merupakan wujud nyata pengabdian Polri kepada masyarakat. Kami akan selalu siap membantu penanganan bencana maupun situasi darurat lainnya secara cepat, profesional, dan humanis, serta bersinergi dengan seluruh instansi terkait demi keselamatan masyarakat," ujar AKBP Andiyano, S.K.M., M.H.

Dengan sinergi seluruh unsur yang terlibat, kebakaran akhirnya berhasil dipadamkan sehingga api tidak semakin meluas ke kawasan permukiman lainnya. Saat ini pemerintah setempat bersama aparat terkait masih melakukan pendataan terhadap jumlah kerugian dan kebutuhan para korban terdampak.


    ( Nasrullah ) 

Tak-berjudul81-20250220065525