Ring Muaythai Pertama di Gorontalo Berdiri di Wonosari, Polsek Wonosari Cetak Sejarah Lewat Selekda 2026

Table of Contents


Boalemo - Sejarah baru olahraga bela diri tercipta di Kabupaten Boalemo. Untuk pertama kalinya di Provinsi Gorontalo, pertandingan Muaythai tingkat provinsi resmi digelar, dan Polsek Wonosari menjadi tempat lahirnya momentum bersejarah tersebut.

Kegiatan Seleksi Daerah (Selekda) Muaythai Provinsi Gorontalo Tahun 2026 berlangsung meriah di Lapangan Polsek Wonosari, Desa Harapan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Boalemo, Gorontalo, Sabtu dan Minggu malam (11-12/7/2026). Event perdana ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun Bhayangkara Ke-80 Tahun 2026.

Tidak hanya menjadi ajang kompetisi, Selekda Muaythai ini juga menjadi bukti nyata peran Polri dalam mendukung pembinaan generasi muda melalui olahraga, sekaligus membuka jalan bagi atlet-atlet Gorontalo menuju panggung nasional.

Kegiatan tersebut dihadiri Kapolres Boalemo AKBP Firman Taufik, S.I.K, Wakil Bupati Boalemo Lahmudin Hambali, S.Sos, Ketua Muaythai Indonesia (MI) Gorontalo Moh. Vini Sidiki, SIP, Sekretaris Umum KONI Provinsi Gorontalo Abdurahman, SE, Kabid Olahraga Dispora Provinsi Gorontalo Moh Yusuf Lachuba, S.STP., MM, anggota DPRD Selfi Olii, S.Sos, I Wayan Yudiastika, Kapolsek Wonosari Iptu Zulkifli Saeng, SH., MH, Danramil Paguyaman Kapten Suleman serta sejumlah undangan lainnya.

Ketua Panitia Selekda Muaythai Provinsi Gorontalo dalam laporannya menyampaikan bahwa sebanyak 72 atlet ikut ambil bagian dalam ajang perdana tersebut.

Peserta terdiri dari 68 atlet putra kelas umum senior dan 4 atlet putri kelas umum senior yang berasal dari berbagai camp Muaythai se-Provinsi Gorontalo.

"Antusias masyarakat sangat luar biasa. Sekitar 50 persen peserta berasal dari Kabupaten Boalemo. Kami berharap kegiatan ini menjadi wadah positif bagi generasi muda agar lebih produktif dan menjauhkan mereka dari tawuran maupun kenakalan remaja," ungkap panitia.

Ketua Muaythai Indonesia dan KONI Provinsi Gorontalo memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, pelaksanaan Selekda di Wonosari menjadi langkah penting dalam mencari bibit-bibit atlet potensial yang mampu membawa nama Gorontalo di tingkat nasional.

Para atlet juga diingatkan untuk mengutamakan sportivitas, menjaga emosi, serta menggunakan teknik dan strategi dalam bertanding.

Sementara itu, Kapolres Boalemo AKBP Firman Taufik, S.I.K secara resmi membuka kegiatan tersebut. Kapolres menyampaikan bahwa pelaksanaan Selekda Muaythai merupakan bentuk dukungan positif terhadap Polri dalam membangun kedekatan dengan masyarakat melalui kegiatan yang bermanfaat.

"Ini merupakan kegiatan yang sangat positif dalam rangka HUT Bhayangkara Ke-80. Kepada seluruh atlet, bertandinglah dengan sportif, junjung tinggi fair play dan utamakan keselamatan. Kepada para pendukung, mari bersama menjaga keamanan dan ketertiban," ujar Kapolres.

Dalam pelaksanaan Selekda yang berlangsung selama dua hari, 11 hingga 12 Juli 2026, sebanyak 14 camp fighter se-Provinsi Gorontalo ikut ambil bagian dengan total 36 pertandingan, terdiri dari 13 partai pada malam pertama dan 23 partai pada malam kedua.

Sejumlah camp yang tampil di antaranya Dragon Polsek Wonosari, Posbi Kota Gorontalo, PN Wonosari, Bungglon Wonggahu, Omdet Fighter Camp, Givan Arya Wonosari, Bandar Semongko Wonosari, Desa Harapan Camp, Masr Gym Pohuwato, Kandang Singo Camp, Persina Camp, Mekarjaya Camp, Dulohupa Camp dan Posbi Kabupaten Gorontalo.

Menariknya, Kapolsek Wonosari Iptu Zulkifli Saeng, SH., MH turut menunjukkan semangatnya dengan ikut bertanding dalam event perdana tersebut. Hasilnya, Kapolsek Wonosari berhasil meraih kemenangan melalui TKO pada ronde pertama dan membawa pulang medali emas.

Pada akhir kegiatan, penyerahan medali dan sertifikat diberikan kepada para pemenang. Gelar juara umum berhasil diraih Dragon Camp Polsek Wonosari dengan perolehan 8 medali emas dan 3 medali perak.

Kesuksesan Selekda Muaythai perdana di Provinsi Gorontalo ini menjadi catatan penting bahwa Lapangan Polsek Wonosari bukan hanya menjadi tempat pelayanan masyarakat, tetapi juga menjadi panggung lahirnya semangat juara dan harapan baru atlet bela diri Gorontalo menuju ajang PON Beladiri Oktober 2026 di Provinsi Sulawesi Utara. (Red/)

Tak-berjudul81-20250220065525