Polsek Wonosari Gelar Nikah Massal dan Sunatan Massal Gratis, Wujud Nyata Bakti Polri untuk Masyarakat di HUT Bhayangkara ke-80
BOALEMO – Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80, Polsek Wonosari, Polres Boalemo, menggelar kegiatan bakti sosial berupa nikah massal dan sunatan massal gratis yang berlangsung di halaman Mapolsek Wonosari, Desa Harapan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Boalemo, Gorontalo, Senin (6/7/2026).
Kegiatan yang mengusung semangat "Polri untuk Masyarakat" itu mendapat sambutan hangat dari warga. Selain membantu masyarakat yang membutuhkan, kegiatan tersebut menjadi bukti nyata kehadiran Polri yang semakin dekat, humanis, dan peduli terhadap kebutuhan sosial masyarakat.
Sebanyak 17 pasangan sebelumnya telah mendaftarkan diri untuk mengikuti nikah massal. Namun, setelah melalui proses verifikasi administrasi, hanya enam pasangan yang memenuhi persyaratan dan resmi melangsungkan akad nikah yang dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Wonosari bersama jajaran.
Enam pasangan berbahagia tersebut yakni: Ismail Sakui – Novy Y. Ali (Desa Sukamaju), Randi Kumenda – Kholifatus Sadian (Desa Bongo III), Mohamad Rifai – Sintya Alimun (Desa Sukamaju), Frengky Ismail – Pipan A. Nebu (Desa Pangeya), Imam Muslim – Yunita (Desa Sukamulya), Adnan Kai – Wartin Umar (Desa Sukamaju).
Sementara itu, 17 anak dari berbagai desa di Kecamatan Wonosari mengikuti program sunatan massal dengan didampingi masing-masing orang tua dan keluarga.
Kapolsek Wonosari IPTU Zulkifli Saeng, S.H., M.H., didampingi Ketua Ranting Bhayangkari Polsek Wonosari Ny. Rhaty Z. Saeng, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang diperingati setiap tanggal 1 Juli.
"Hari Bhayangkara menjadi momentum bagi kami untuk terus berbenah agar Polri semakin baik, semakin dekat, dan semakin dicintai masyarakat sesuai dengan semangat Polri untuk Masyarakat," ujar Kapolsek.
Ia menjelaskan, sebelumnya terdapat berbagai usulan kegiatan untuk memeriahkan Hari Bhayangkara, termasuk penyelenggaraan turnamen olahraga seperti yang pernah sukses dilaksanakan Polsek Wonosari. Namun, setelah melalui musyawarah, jajaran Polsek memilih menghadirkan kegiatan bakti sosial yang manfaatnya dapat langsung dirasakan masyarakat.
"Saya sudah bertugas di Polsek Wonosari selama satu tahun dua bulan. Setelah sebelumnya kami sukses menggelar turnamen bola voli, kali ini kami sepakat melaksanakan nikah massal dan sunatan massal sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat," ungkapnya.
Tak hanya itu, Kapolsek juga mengumumkan bahwa pada 11–12 Juli 2026, Polsek Wonosari akan menggelar Event Muay Thai. Ia mengajak para kepala desa untuk mengikutsertakan warganya yang memiliki minat di bidang olahraga bela diri.
"Kalau berkelahi di luar akan ditangkap polisi, tetapi kalau bertanding di arena yang benar justru akan kami fasilitasi dan diberikan penghargaan," ujarnya disambut antusias masyarakat.
Di akhir sambutannya, IPTU Zulkifli Saeng menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pasangan pengantin yang telah resmi menikah.
"Semoga menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah. Kepada anak-anak yang mengikuti sunatan massal, selamat memasuki fase baru menuju kedewasaan, semoga menjadi anak yang saleh dan membanggakan keluarga," tuturnya.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Camat Wonosari Said Nikmatul Amri, S.T., Kepala KUA Wonosari beserta staf, unsur lembaga dakwah, Kepala Puskesmas Saritani beserta jajaran, Kepala Puskesmas Wonosari beserta staf, Danposramil Wonosari, seluruh personel Polsek Wonosari, Ketua dan anggota Bhayangkari Ranting Wonosari, para kepala desa se-Kecamatan Wonosari, keluarga peserta nikah dan sunatan massal, serta masyarakat setempat.
Suasana haru mewarnai penutupan kegiatan ketika seorang perempuan paruh baya, Doli R. Asuna, warga Desa Sukamaju, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Kapolsek Wonosari dan Bhayangkari. Dengan suara terbata-bata dan mata berkaca-kaca, ia mengaku sangat terbantu karena anaknya dapat mengikuti sunatan massal secara gratis.
"Saya bersyukur sekali anak saya bisa ikut sunatan massal. Terima kasih kepada Bapak Kapolsek, Ibu Ketua Bhayangkari, Polri, dan Polsek Wonosari. Anak saya sudah tidak punya ayah. Bantuan ini sangat berarti bagi kami. Terima kasih atas kegiatan sosial ini, saya sangat bahagia," ucapnya sambil mengusap air mata.
Kegiatan bakti sosial tersebut menjadi gambaran nyata bahwa peringatan Hari Bhayangkara tidak hanya dirayakan melalui kegiatan seremonial, tetapi juga diwujudkan melalui aksi kemanusiaan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Dengan semangat pengabdian, Polsek Wonosari terus berupaya menghadirkan pelayanan yang humanis serta mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat. (red/)


