Mosi Tidak Percaya Menggema di DPRD Boalemo, Silfana Saidi Sebut Berawal dari Kekecewaan Internal Lembaga

Table of Contents

 


Boalemo, Gorontalo – Polemik internal di tubuh DPRD Kabupaten Boalemo terus menjadi sorotan setelah munculnya wacana mosi tidak percaya terhadap kepemimpinan Ketua DPRD Boalemo. Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Boalemo, Hj. Silfana F. Saidi, SH, menegaskan bahwa sikap tersebut merupakan bentuk kekecewaan pribadi sebagai anggota legislatif, bukan keputusan resmi Fraksi Golkar.

Kepada media, Kamis (16/7/2026), Silfana menyampaikan bahwa mosi tidak percaya yang disampaikannya murni lahir dari ketidakpuasan terhadap pola kepemimpinan Ketua DPRD Boalemo saat ini.

“Terkait pernyataan mosi tidak percaya itu murni dari pribadi saya sebagai anggota DPRD, bukan sikap Fraksi. Itu murni lahir dari ketidakpuasan saya pribadi terhadap gaya kepemimpinan Pak Ketua DPRD Boalemo saat ini,” ujar Silfana.

Menurutnya, salah satu hal yang menjadi perhatian adalah sikap pimpinan DPRD dalam menyikapi dinamika yang terjadi saat rapat paripurna, ketika sejumlah fraksi melakukan aksi walkout dari ruang sidang.

Silfana menilai, kondisi tersebut seharusnya menjadi momentum bagi pimpinan DPRD untuk segera menggelar rapat internal tertutup guna mencari solusi bersama antara pimpinan dan seluruh anggota DPRD.

“Saat empat fraksi melakukan gerakan walkout dari ruang sidang, beliau diam saja. Seharusnya setelah paripurna langsung dilakukan rapat tertutup internal seluruh anggota DPRD yang hadir untuk memusyawarahkan langkah selanjutnya,” jelasnya.

Ia berharap seluruh unsur pimpinan dan anggota DPRD Boalemo dapat kembali membangun komunikasi yang baik, sehingga lembaga legislatif dapat menjalankan tugas dan tanggung jawabnya secara nyaman serta tetap mengedepankan kepentingan masyarakat.

“Agar kita nyaman lagi dan akur lagi dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebagai anggota DPRD Boalemo yang dipilih oleh rakyat,” katanya.

Silfana juga menegaskan bahwa isu mosi tidak percaya tersebut tidak memiliki kaitan dengan kepentingan politik tertentu, termasuk hubungan dengan pihak eksekutif maupun dukungan dalam kontestasi Pilkada.

“Mosi tidak percaya ini tidak ada kaitannya dengan eksekutif, apalagi masalah dukung-mendukung di Pilkada. Tidak ada hubungan itu. Ini murni lahir karena saya tidak puas dengan gaya kepemimpinan beliau,” tegasnya.

Meski demikian, Silfana menilai persoalan tersebut masih dapat diselesaikan melalui komunikasi dan musyawarah internal lembaga.

“Ini belum terlambat untuk diperbaiki. Mari kita duduk bersama untuk menyelesaikan paradigma kita di dalam internal lembaga DPRD,” pungkasnya.

Sebelumnya, wacana mosi tidak percaya juga telah mendapat perhatian dari sejumlah ketua fraksi lainnya di DPRD Boalemo. Ketua Fraksi Gerindra DPRD Boalemo, Muhamad Amin, Ketua Fraksi NasDem Arman Naway, serta Ketua Fraksi Demokrat Hardi Syam Mopangga, sebelumnya telah memberikan konfirmasi terkait adanya sikap politik tersebut.

Para pimpinan fraksi tersebut menyampaikan bahwa dinamika yang terjadi merupakan bentuk evaluasi terhadap kondisi internal DPRD Boalemo, khususnya terkait komunikasi, koordinasi, serta tata kelola kepemimpinan lembaga legislatif.

Munculnya mosi tidak percaya ini menjadi catatan penting bagi DPRD Boalemo untuk segera melakukan pembenahan internal, agar stabilitas kelembagaan tetap terjaga dan fungsi DPRD sebagai penyambung aspirasi masyarakat dapat berjalan maksimal. (Red/)

Tak-berjudul81-20250220065525