Misteri Motor Echa di Kebun Karet, Saksi Pertama Ungkap Apa yang Dilihat Sebelum Melapor

Table of Contents

 


Boalemo, Gorontalo – Pengakuan mengejutkan datang dari dua warga yang pertama kali menemukan sepeda motor yang diduga kuat merupakan kendaraan terakhir yang digunakan oleh Santi Ibrahim alias Echa (21), warga Desa Mekar Jaya, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Boalemo, Gorontalo, sebelum dilaporkan hilang sejak 19 Juni 2026.

Motor tersebut ditemukan sekitar sepekan setelah Echa dinyatakan hilang, tepatnya di kawasan Empang, area kebun karet milik PT Pabrik Gula Gorontalo (PT PG), Desa Mekar Jaya, Kecamatan Wonosari.

Kepada media saat ditemui di halaman Polsek Wonosari, Senin (27/7/2026), Rival, warga Desa Harapan, Kecamatan Wonosari, mengungkapkan bahwa dirinya bersama adik iparnya, Kevin Irawan (21), menjadi orang pertama yang menemukan kendaraan tersebut.

Rival mengatakan, saat itu dirinya tidak sedang mencari motor ataupun melakukan penyisiran, melainkan hanya pergi memancing seperti biasa.

“Awalnya saya hanya pergi memancing. Saat sedang memancing, tidak sengaja saya menemukan barang itu. Saya memang jarang memancing di lokasi tersebut karena cukup jauh, mungkin sekitar empat bulan sekali baru ke sana lagi,” ujar Rival.

Menurutnya, penemuan itu terjadi sekitar pukul 16.00 WITA. Kondisi lokasi saat itu sudah sepi dan tidak ada orang lain di sekitar tempat tersebut.

Rival menjelaskan, awalnya dirinya melihat sesuatu yang mencurigakan ketika hendak berpindah posisi memancing dari sisi kanan ke sisi kiri.

“Saya melihat sesuatu, awalnya yang terlihat hanya stang motornya. Bagian kanan air terlihat kotor dan terasa janggal, sehingga saya melihat dari sisi kiri. Dari situ terlihat jalurnya dan tampak stang motor dalam kondisi seperti terguling,” jelasnya.

Ia menyebutkan, badan motor saat pertama kali ditemukan tidak terlihat jelas karena tertutup rumput.

“Untuk kondisi motor rusak atau tidak, saya belum bisa memastikan, karena waktu ditemukan masih tertutup rumput,” katanya.

Rival mengaku sempat ragu untuk mendekati motor tersebut karena khawatir kendaraan itu berkaitan dengan persoalan hukum.

“Saya mencoba membuka sedikit menggunakan alat pancing. Saya tidak berani langsung mendekat karena takut kalau motor itu ada kaitannya dengan masalah, misalnya motor curian atau perkara lainnya,” ungkap Rival.

Sebelumnya, kata Rival, dirinya memang mengetahui informasi tentang orang hilang melalui media sosial Facebook. Dalam unggahan tersebut terdapat foto korban yang disandingkan dengan foto sepeda motor.

Namun saat pertama melihat motor itu, Rival belum langsung mengaitkannya dengan Echa.

“Saya tidak langsung curiga, karena di lokasi itu memang sering ada orang lewat, termasuk pekerja kebun karet dan penambang. Saya pikir mungkin motor rusak lalu ditinggalkan sementara dan pemiliknya akan kembali mengambil,” tuturnya.

Setelah memastikan keberadaan motor tersebut, Rival kemudian memberitahukan kepada Kevin dan merekam kondisi kendaraan sebagai dokumentasi.

“Saya langsung melapor ke Polsek sekitar pukul 16.30 WITA. Saya sampaikan kepada petugas yang berjaga bahwa kami menemukan sebuah motor,” katanya.

Rival kemudian bersama Kevin menuju Polsek Wonosari untuk melaporkan penemuan tersebut.

Sementara itu, Kevin Irawan (21), adik ipar Rival, membenarkan kronologi tersebut. Ia mengatakan saat pertama kali ditemukan, dirinya masih berada tidak jauh dari lokasi motor, sementara Rival sudah lebih dulu mendekati kendaraan tersebut.

“Kakak saya bilang, ‘Saya menemukan motor’. Saya tanya, motor apa? Awalnya saya kira motor milik orang yang bekerja di kebun atau motor yang ditinggalkan begitu saja,” ujar Kevin.

Menurut Kevin, setelah melihat lebih dekat, dirinya menyadari motor tersebut bukan kendaraan sembarangan.

“Saya bilang, itu motor, bukan motor ojek atau apa. Itu motor yang masih baru,” katanya.

Kevin juga mengaku mengenal pemilik motor, namun hanya sebatas pernah bersekolah di tempat yang sama dan saling mengenal.

“Kami pernah satu sekolah, tapi dia adik kelas saya. Setelah lulus tidak pernah komunikasi lagi. Kalau bertemu di jalan paling hanya saling menyapa,” jelasnya.

Hingga kini, kasus hilangnya Santi Ibrahim alias Echa masih dalam proses penanganan pihak kepolisian. Penemuan sepeda motor tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam rangkaian penyelidikan untuk mengungkap keberadaan korban. (red/)

Tak-berjudul81-20250220065525