LAKI P45 Apresiasi Lapas Narkotika Kelas IIA Muara Beliti dalam Mendukung Ketahanan Pangan dan Pembinaan Kemandirian Warga Binaan
Lubuklinggau, 23 Juli 2026 – Laskar Anti Korupsi Pejuang 45 (LAKI P45) memberikan apresiasi kepada Lapas Narkotika Kelas IIA Muara Beliti atas komitmennya dalam mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional melalui kegiatan penyemaian bibit pakcoy dan pembinaan keterampilan pertanian bagi warga binaan.
Ketua Laskar Anti Korupsi Pejuang 45, Ahlul Fajri, menilai program tersebut merupakan langkah positif yang tidak hanya mendukung program pemerintah di sektor ketahanan pangan, tetapi juga menjadi sarana pembinaan yang memberikan bekal keterampilan kepada warga binaan agar mampu hidup mandiri setelah kembali ke tengah masyarakat.
Kami mengapresiasi inovasi yang dilakukan oleh Lapas Narkotika Kelas IIA Muara Beliti. Program penyemaian bibit pakcoy secara berkelanjutan merupakan bentuk pembinaan yang produktif dan memiliki nilai manfaat yang besar, baik bagi warga binaan maupun masyarakat secara luas," ujar Ahlul Fajri.
Menurutnya, pembinaan berbasis pertanian merupakan salah satu model pembinaan yang patut didukung karena mampu membangun karakter disiplin, tanggung jawab, etos kerja, serta meningkatkan kemampuan warga binaan dalam bidang pertanian yang dapat menjadi sumber penghasilan setelah menjalani masa pidana.
LAKI P45 juga mengapresiasi jajaran Lapas Narkotika Kelas IIA Muara Beliti di bawah kepemimpinan Kalapas Herdianto beserta seluruh petugas yang terus berinovasi memanfaatkan lahan produktif sebagai media pembinaan sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional.
"Kami berharap program seperti ini terus dikembangkan dan menjadi contoh bagi lembaga pemasyarakatan lainnya. Pembinaan yang berorientasi pada peningkatan keterampilan akan memberikan dampak positif terhadap proses reintegrasi sosial warga binaan sehingga mereka dapat kembali menjadi pribadi yang produktif dan bermanfaat bagi masyarakat," tambahnya.
LAKI P45 juga berharap berbagai program positif di lingkungan pemasyarakatan terus mendapat dukungan dari seluruh pemangku kepentingan, sehingga tujuan sistem pemasyarakatan untuk membentuk warga binaan yang mandiri, produktif, dan berdaya saing dapat terwujud secara optimal.
Di sisi lain, LAKI P45 menegaskan bahwa apresiasi terhadap program pembinaan tidak mengurangi komitmen organisasi dalam mendukung transparansi, akuntabilitas, dan pengawasan terhadap penggunaan anggaran negara. Menurut LAKI P45, prestasi dan inovasi yang baik sudah semestinya diberikan penghargaan, sementara aspek tata kelola dan penggunaan anggaran tetap harus berjalan sesuai prinsip pemerintahan yang bersih dan bebas dari korupsi.
"Kami mendukung setiap program pemerintah yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Program pembinaan pertanian di Lapas Muara Beliti adalah contoh bahwa pembinaan yang tepat dapat menghasilkan warga binaan yang siap kembali ke masyarakat dengan keterampilan dan semangat baru," tutup Ahlul Fajri.
( Nasrullah )


