Hilangnya Santi Ibrahim Alias Eca Masih Misteri, Keluarga Bantah Polisi Tak Tangani Kasus dan Tegaskan Pencarian Terus Berjalan

Table of Contents

 


BOALEMO, GORONTALO – Misteri hilangnya Santi Ibrahim alias Eca (21), gadis asal Desa Mekar Jaya, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Boalemo, Gorontalo, hingga kini masih menjadi perhatian masyarakat. Sejak dinyatakan hilang pada 19 Juni 2026 lalu, Eca belum juga ditemukan.

Di tengah proses pencarian yang masih berlangsung, beredar informasi yang menyebutkan bahwa pihak keluarga merasa tidak ada penanganan serius dari pihak kepolisian. Namun kabar tersebut dibantah oleh keluarga korban.

Liyan Abdjul, kakak ipar Eca, didampingi suami, saat ditemui awak media di halaman Mapolsek Wonosari usai memberikan keterangan kepada penyidik, Kamis (23/7/2026), menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar.

Menurut Liyan, pihak kepolisian justru telah melakukan berbagai upaya pencarian bersama keluarga dan masyarakat. Bahkan, kata dia, aparat kepolisian sudah beberapa kali turun langsung melakukan pencarian terhadap keberadaan Eca.

"Polisi sudah empat kali melakukan pencarian bersama keluarga. Komunikasi kami dengan pihak kepolisian juga berjalan dengan baik sampai saat ini," ujar Liyan.

Ia menjelaskan, komunikasi antara keluarga dan aparat kepolisian terus terjalin. Bahkan dirinya mengaku hampir setiap saat berkoordinasi dengan personel Polsek Wonosari terkait perkembangan pencarian.

"Kebetulan ada dua anggota Polsek Wonosari yang berdomisili di desa yang sama dan masih memiliki hubungan keluarga dengan korban. Jadi komunikasi kami sangat terbuka," jelasnya.

Liyan juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat yang telah membantu memberikan informasi terkait keberadaan Eca. Namun ia berharap setiap informasi yang disampaikan benar-benar akurat dan dapat dipertanggungjawabkan agar tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

"Kami sangat berterima kasih kepada masyarakat yang peduli dan membantu. Tetapi kami berharap informasi yang diberikan benar-benar jelas dan bisa dipertanggungjawabkan," ungkapnya.

Terkait isu yang beredar bahwa pacar Eca melarikan diri setelah kejadian tersebut, Liyan memastikan informasi itu tidak benar.

"Itu tidak benar. Jangan sampai ada informasi yang belum jelas kemudian berkembang menjadi asumsi yang merugikan pihak-pihak tertentu," tegasnya.

Tak hanya itu, pihak keluarga korban menyampaikan bahwa hingga saat ini komunikasi dengan kepolisian masih terus berlangsung. Polisi disebut secara rutin memberikan informasi perkembangan pencarian serta melakukan koordinasi langsung dengan keluarga.

"Kami masih terus berkomunikasi dengan pihak kepolisian. Mereka sering menghubungi kami untuk menyampaikan perkembangan informasi. Sejak laporan kami dibuat pada 22 Juni, polisi juga terus melakukan upaya pencarian bersama masyarakat," kata Liyan

Keluarga mengapresiasi langkah kepolisian yang terus melakukan pencarian serta memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait proses penanganan kasus tersebut.

Di sisi lain, keluarga meminta masyarakat agar tidak menyebarkan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya, terutama berbagai spekulasi yang mengaitkan korban dengan isu tertentu.

"Kami mohon kepada masyarakat agar tidak menyebarkan cerita-cerita yang belum tentu benar, termasuk isu yang mengaitkan korban dengan pacarnya atau informasi lain yang belum bisa dipastikan. Jangan sampai menimbulkan opini yang memperkeruh suasana," ujar Liyan.

Keluarga juga berharap dukungan masyarakat melalui doa maupun informasi yang dapat membantu proses pencarian.

"Kami memohon bantuan dan doa dari seluruh masyarakat agar Eca segera ditemukan. Jika ada informasi yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan, segera sampaikan kepada pihak kepolisian agar proses pencarian bisa lebih cepat membuahkan hasil," tutup Liyan.

Sementara itu, Kapolsek Wonosari Iptu Zulkifli Saeng, S.H., M.H., membenarkan bahwa pihaknya telah mengundang sejumlah pihak untuk dimintai keterangan terkait kasus hilangnya Santi Ibrahim alias Eca.

"Benar, semua pihak hari ini kami undang untuk kesekian kalinya untuk dimintai keterangan. Namun untuk menjelaskan lebih detail dan mendasar, insya Allah nanti akan disampaikan pada saat konferensi pers yang akan dilaksanakan di Polres Boalemo," ujar Kapolsek Wonosari.

Ia menyampaikan bahwa proses penanganan kasus tersebut masih terus berjalan dan pihak kepolisian tetap melakukan langkah-langkah yang diperlukan dalam upaya mengungkap keberadaan korban. (red/)

Tak-berjudul81-20250220065525